Selasa, Maret 5, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Otorita Sebut 30 Persen Pekerja Lokal Sudah Terlibat, Targetkan Lebih Banyak Lagi!

PENAJAM – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) mengklaim bahwa saat ini mereka telah berhasil menyerap pekerja lokal dalam pembangunan infrastruktur ibu kota negara baru. Jumlah pekerja lokal ini juga diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan peningkatan progres pembangunan proyek tersebut.

Deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, mengungkapkan bahwa berdasarkan data dari Kementerian PUPR, jumlah pekerja di proyek IKN mencapai 9.976 orang. Dari jumlah tersebut, setidaknya 30 persennya berasal dari masyarakat lokal Kaltim.

“Sebanyak 30 persen dari mereka merupakan masyarakat lokal yang memiliki berbagai bidang keahlian yang diperlukan,” ucapnya pada Minggu (1/10/2023).

Alimuddin menegaskan bahwa ke depannya, pembangunan infrastruktur IKN di Sepaku akan menjadi lebih masif. Dengan demikian, penyerapan tenaga kerja lokal di proyek ini juga akan meningkat.

Oleh karena itu, Otorita IKN juga memfokuskan pada peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) lokal. Hal ini bertujuan untuk memenuhi persyaratan yang dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan yang bekerja di proyek IKN.

“Kami tidak dapat memaksa perusahaan untuk mengharuskan orang bekerja di pembangunan IKN, karena perusahaan, terutama BUMN, memiliki standar-standar yang berarti kompetensi dan seleksi yang sangat diperlukan oleh perusahaan,” jelasnya.

Diketahui bahwa persyaratan kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan di IKN cukup tinggi. Oleh karena itu, kemampuan masyarakat terus ditingkatkan melalui berbagai pelatihan.

Namun, Alimuddin menekankan bahwa pelatihan yang diselenggarakan oleh Otorita IKN bukan semata-mata untuk diserap oleh perusahaan-proyek IKN. Tujuan utama peningkatan kompetensi ini adalah untuk meningkatkan kualitas warga lokal.

“Kami menyediakan SDM bukan hanya untuk bekerja di IKN. Itu sebabnya ada pelatihan yang bersifat industri dan berorientasi pada kewirausahaan. Jadi, jangan berpikir bahwa setelah lulus pelatihan, seseorang harus bekerja di IKN. Ada banyak pekerjaan di luar sana,” tutup Alimuddin. (SBK)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular