DPRD Sulsel Uji Ketebalan Aspal Proyek MYC di Jalan Hertasning

MAKASSAR – Komisi D DPRD Sulawesi Selatan melakukan uji ketebalan aspal pada proyek perbaikan Jalan Letjen Hertasning sepanjang 1,8 kilometer di Kota Makassar. Proyek tersebut merupakan bagian awal dari program preservasi jalan paket 1 melalui skema Multi Years Contract (MYC) 2025–2027 dengan nilai anggaran sekitar Rp430 miliar.

Anggota Komisi D DPRD Sulsel Muhammad Sadar mengatakan hasil pengujian awal menunjukkan ketebalan aspal di salah satu titik belum sepenuhnya sesuai spesifikasi teknis.

“Ditemukan belum sesuai ketebalan. Titik pertama itu 3,8 sentimeter. Itu masih dalam toleransi. Memang tidak mencapai empat sentimeter sesuai spesifikasi, tetapi masih ada toleransi yang diberikan,” ujarnya saat melakukan peninjauan di lokasi proyek di Makassar, Kamis (5/3).

Sadar menjelaskan kunjungan lapangan tersebut bertujuan melihat langsung proses pengerjaan sekaligus memastikan kualitas pekerjaan dengan metode core drill, yaitu pengambilan sampel aspal pada sejumlah titik sepanjang ruas jalan yang sedang diperbaiki.

Sampel aspal yang diambil kemudian akan dibawa ke Laboratorium Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga di Baddoka untuk dilakukan pengujian lebih lanjut.

“Hasil core ini kami bawa ke Laboratorium PU Bina Marga Baddoka untuk dievaluasi apakah materialnya sesuai dengan job order dan spesifikasi teknis Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC). Jika sesuai, maka pekerjaan ini layak dilanjutkan,” katanya.

Ia menegaskan keputusan akhir terkait kelanjutan proyek masih menunggu hasil uji laboratorium. Jika ditemukan ketidaksesuaian dengan spesifikasi teknis, DPRD akan memanggil pihak rekanan untuk dimintai pertanggungjawaban.

“Kalau tidak sesuai dengan yang diharapkan atau melanggar aturan yang ada, tentu kami panggil rekanannya. Bisa saja proyek ini kita hold sementara atau kita cari solusi lain,” ujarnya.

Selain memeriksa pekerjaan di Jalan Hertasning, Komisi D DPRD Sulsel juga berencana meninjau fasilitas Asphalt Mixing Plant (AMP) milik kontraktor PT Tritar Mandiri atau Tristar di Kabupaten Gowa untuk memastikan kelayakan peralatan produksi aspal yang digunakan dalam proyek tersebut.

READ  UMI, USIM, dan Pemkab Luwu Timur Siapkan Sekolah Unggulan Berbasis Nilai Islam

Ketua Komisi D DPRD Sulsel Kadir Halid menambahkan pengujian aspal tidak hanya melihat ketebalan, tetapi juga akan menilai kekuatan serta kualitas campuran aspal agar jalan yang dibangun memiliki daya tahan lebih lama.

Pengujian tersebut dapat dilakukan di laboratorium pemerintah seperti PU Bina Marga Baddoka maupun laboratorium swasta seperti Sucofindo sebelum dilakukan rapat lanjutan bersama pihak terkait.

Dari empat titik sampel yang diambil di lokasi proyek, ditemukan variasi ketebalan aspal, mulai dari kurang dari empat sentimeter, tepat empat sentimeter, hingga di atas empat sentimeter.

Sebelumnya, Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sulsel Andi Ihsan menjelaskan proyek MYC paket 1 mencakup penanganan jalan sepanjang sekitar 300 kilometer yang tersebar di 13 ruas jalan di empat kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.

Groundbreaking proyek tersebut dimulai di Jalan Letjen Hertasning, Kota Makassar. Selain itu, paket pekerjaan juga mencakup sejumlah ruas strategis di Kabupaten Gowa seperti Jalan Tun Abdul Razak, Jalan HM Yasin Limpo, ruas Burung-Burung–Bili-Bili, hingga Sungguminasa–Malino.

Proyek ini juga meliputi sejumlah ruas di wilayah lain seperti Batas Sinjai–Palampang–Bulukumba, Tanete–Tanaberu–Bulukumba, Batas Gowa–Tondong–Sinjai, serta Botolempangan–Batubelerang hingga perbatasan Bulukumba–Sinjai. (ant/KS)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img

BERITA POPULER