Polisi Makassar Tindak Tegas Permainan Senjata Plastik Berbahaya

MAKASSAR – Kepolisian di Kota Makassar mulai menindak tegas permainan tembak-tembakan menggunakan senjata plastik yang belakangan viral di media sosial karena dinilai berpotensi melukai diri sendiri maupun membahayakan orang lain.

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana menegaskan aparat tidak akan ragu membubarkan aktivitas perang-perangan menggunakan senjata mainan tersebut jika mengganggu ketertiban umum.

“Kalau ada kejadian serupa lagi, sesuai prosedur akan kami bubarkan, akan kami halau, kalau perlu senjatanya akan kami sita,” ujar Arya Perdana di Makassar, Rabu.

Ia menjelaskan senjata plastik merek Omega awalnya digunakan anak-anak sebagai permainan biasa. Namun dalam perkembangannya, mainan tersebut kini viral di media sosial dan sering digunakan remaja untuk melakukan perang-perangan secara berkelompok.

Peluru yang digunakan berbahan gel atau jelly yang dapat membesar setelah direndam air. Meski tergolong mainan, proyektil tersebut dapat menimbulkan rasa sakit bahkan berpotensi melukai, terutama jika ditembakkan dari jarak dekat.

“Peluru Omega ini berbahan gel atau jelly. Jika dicelupkan ke air akan membesar dan ketika ditembakkan cukup sakit kalau jaraknya tiga sampai lima meter. Bahkan kemarin sudah ada ibu-ibu yang terkena mata, anak kecil juga terkena mata sampai harus diperban,” jelasnya.

Karena itu, pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan senjata mainan tersebut secara sembarangan. Permainan tersebut seharusnya hanya dilakukan di tempat khusus atau dalam kegiatan yang terkontrol.

Namun jika aktivitas tersebut dilakukan di jalanan dan mengganggu masyarakat, polisi akan mengambil tindakan tegas.

“Ini sangat disayangkan. Selain bisa menimbulkan kecelakaan atau luka, juga berpotensi menimbulkan konsekuensi pidana jika sampai menyakiti orang lain,” tegasnya.

Fenomena ini menjadi perhatian serius setelah insiden saat aparat membubarkan perang-perangan di Jalan Toddopuli. Dalam kejadian tersebut, seorang anggota polisi bernama Iptu N melepaskan tembakan peringatan ke udara saat mengamankan seorang pemuda yang terlibat dalam permainan tersebut.

READ  Bawaslu Sulsel Tekankan Proses Coklit Memperhatikan Disabilitas

Namun secara tidak sengaja pistol miliknya meletus dan mengenai bagian belakang korban hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Menanggapi fenomena tersebut, pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin terkait maraknya penjualan senjata mainan tersebut di pasaran.

Menurut Arya, pemerintah kota berencana menyusun peraturan wali kota (Perwali) untuk mengatur penggunaan senjata mainan jenis Omega agar tidak disalahgunakan.

“Pak Wali Kota, insyaallah, sudah berjanji akan membuat Perwali terkait penggunaan senjata-senjata Omega ini supaya tidak lagi digunakan secara bebas dan mengganggu kamtibmas,” ujarnya.

Dari berbagai video yang beredar di media sosial, terlihat kelompok remaja bahkan pemuda sering melakukan perang tembak-tembakan secara berkelompok, termasuk saat berkendara di jalanan.

Kondisi tersebut dinilai sangat membahayakan, baik bagi pelaku maupun masyarakat di sekitarnya.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin juga menilai fenomena tersebut tidak bisa dianggap sepele karena sudah mengganggu ketertiban umum.

“Ini tidak boleh dibiarkan. Permainan tembak-tembakan tersebut harus ditangani secara serius oleh semua pihak. Mulai dari kepolisian, pemerintah kecamatan hingga lingkungan keluarga, termasuk RT/RW harus ikut bertindak,” tegasnya. (ant/KS)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img

BERITA POPULER