Pakar Unhas Ajak Hidupkan Kembali “Pappaseng Toriolo” untuk Bentengi Generasi Muda

MAKASSAR – Guru Besar Filologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin Makassar, Prof Dr Nurhayati Rahman Matammeng, M.Hum, menekankan pentingnya menghidupkan kembali nilai-nilai Pappaseng Toriolo, pesan moral dari leluhur Bugis-Makassar, sebagai benteng karakter generasi muda di tengah derasnya pengaruh budaya global.

“Hal ini penting sebagai perisai karakter generasi muda di tengah gempuran budaya global,” ujar Nurhayati di Makassar, Selasa (3/3/2026).

Menurutnya, kearifan masa lampau masyarakat Bugis-Makassar diwariskan melalui dua medium utama, yakni tradisi lisan dan naskah tertulis dalam Lontara. Kedua medium tersebut memuat pesan-pesan moral yang menjadi pedoman hidup masyarakat sejak dahulu.

Ia menegaskan bahwa Pappaseng bukan sekadar rangkaian kata, melainkan memori kolektif yang berfungsi sebagai alat kontrol sosial dalam kehidupan masyarakat.

“Pappaseng itu adalah alat pengontrol perilaku. Leluhur kita menciptakan dasar yang kuat agar masyarakat hidup teratur dan memiliki integritas, bahkan sebelum adanya sistem pendidikan formal,” katanya.

Nurhayati mencontohkan salah satu pesan leluhur yang secara halus namun tegas melarang tindakan korupsi. Dalam tradisi lisan disebutkan larangan “menaikkan harta ke rumah di tengah malam”, yang secara makna merupakan peringatan terhadap perilaku mengambil hak orang lain secara sembunyi-sembunyi.

“Kalau secara logika, itu kan perilaku mencuri, karena dia membawa hasil curian ke rumahnya,” ujarnya.

Ia menilai nilai-nilai moral seperti kejujuran, tanggung jawab, dan integritas yang terkandung dalam Pappaseng Toriolo tetap relevan untuk diterapkan dalam kehidupan modern.

Karena itu, Nurhayati mengajak para orang tua, khususnya para ibu, serta para pendidik untuk terus mentransmisikan pesan-pesan leluhur tersebut kepada generasi muda.

Menurutnya, identitas budaya Bugis-Makassar harus tetap dijaga agar generasi mendatang tidak kehilangan jati diri di tengah arus informasi global yang semakin cepat.

READ  Produk Lokal Makassar Tembus Pasar Nasional, Dekranasda Catat Penjualan Rp75 Juta di INACRAFT 2025

“Pesan-pesan orang tua dulu tetap harus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan sekarang, karena hal ini yang dapat menjaga identitas kita,” kata Nurhayati. (ant/KS)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img

BERITA POPULER