MAKASSAR – Komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam memperkuat tata kelola lingkungan berbuah penghargaan nasional. Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menerima Penghargaan Kinerja Pengelolaan Sampah 2026 sebagai Pembina Terbaik Kabupaten/Kota dari Kementerian Lingkungan Hidup RI.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, dalam ajang Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Sampah Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di Gedung Balai Kartini, Jakarta, Rabu.
Dalam keterangannya di Makassar, Kamis (26/2/2026), Andi Sudirman menyebut capaian tersebut menjadi dorongan untuk terus memperkuat kolaborasi lintas daerah.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat sinergi bersama pemerintah kabupaten/kota, utamanya program ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) sebagai tindak lanjut arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Provinsi Sulawesi Selatan mencatatkan capaian nasional tertinggi kedua setelah Provinsi Jawa Timur dalam jumlah kabupaten/kota menuju daerah bersih.
Sebanyak enam kabupaten/kota di Sulsel juga meraih sertifikat kinerja pengelolaan sampah, yakni Kabupaten Bone, Kota Parepare, Kabupaten Maros, Kabupaten Pinrang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), dan Kabupaten Bantaeng.
Gubernur menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemerintah daerah dan masyarakat Sulawesi Selatan atas komitmen menjaga kebersihan lingkungan.
“Terima kasih kepada seluruh pemerintah daerah dan masyarakat Sulawesi Selatan yang terus berkomitmen menjaga kebersihan lingkungan. Prestasi ini adalah hasil kerja bersama untuk Sulsel yang lebih bersih dan sehat,” katanya.
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa Rakornas Pengelolaan Sampah 2026 menjadi momentum percepatan penyelesaian persoalan sampah secara nasional.
“Kami meminta seluruh kepala daerah berkomitmen serius melakukan perbaikan tata kelola sampah secara komprehensif dari hulu ke hilir,” tegas Hanif.
Pemerintah pusat mendorong penguatan sistem pengelolaan sampah terpadu, mulai dari pengurangan di sumber, pemilahan, pengangkutan, hingga pengolahan akhir, guna menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan di seluruh Indonesia. (ant/KS)




