PMI Makassar Gandeng TNI dan Komunitas, Target 3.000 Kantong Darah Selama Ramadan

MAKASSAR – Palang Merah Indonesia (PMI) Makassar menyiapkan berbagai langkah kolaboratif untuk menjaga ketersediaan stok darah selama bulan Ramadan, di tengah tren penurunan donor akibat umat Muslim menjalankan ibadah puasa.

Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Makassar, dr. Sukmawati, mengatakan sejumlah pihak telah menyatakan dukungan untuk membantu pemenuhan kebutuhan darah di Kota Makassar.

“Saat ini Kodim juga punya program untuk mendukung ketersediaan darah di Kota Makassar. Melalui Koramilnya, mereka mengerahkan Babinsa untuk mengajak masyarakat mendukung ketersediaan darah,” ujarnya di Makassar, Jumat.

Selain dukungan TNI, PMI Makassar juga melibatkan berbagai komunitas dan jemaat gereja sebagai bagian dari gerakan kolaboratif. Komunitas Tionghoa, misalnya, secara rutin setiap tahun menggelar donor darah pada pagi hari sebagai bentuk dukungan terhadap umat Muslim yang berpuasa.

Begitu pula jemaat gereja di sejumlah wilayah yang menggelar kegiatan donor darah secara bergilir untuk membantu menjaga ketersediaan komponen darah.

“Pelaksanaannya juga disesuaikan dengan kemampuan SDM kami, karena kita juga membuka gerai donor darah Ramadan di sejumlah masjid, salah satunya Masjid Al Markaz Al Islami dan beberapa masjid kecamatan,” jelasnya.

PMI Makassar menargetkan gerai donor Ramadan dapat menyumbang sedikitnya 3.000 kantong darah selama bulan suci ini.

Meski demikian, dr. Sukmawati mengakui ketersediaan komponen darah cenderung berkurang selama Ramadan. Bahkan, untuk komponen trombosit saat ini tergolong kosong.

Kondisi tersebut dinilai wajar mengingat jumlah pendonor biasanya menurun saat bulan puasa. Namun, ia memastikan stok sel darah merah atau packed red cell (PRC) masih dalam kondisi aman.

Sementara untuk trombosit, pemenuhan stok diperkirakan membutuhkan waktu dua hingga tiga hari ke depan seiring mulai beroperasinya gerai donor Ramadan di sejumlah masjid.

READ  Penampilan Sheilla On7 Pukau Ribuan Penonton di Makassar

“Ada beberapa permintaan yang harus menunggu karena tidak langsung tersedia,” ujarnya.

PMI Makassar berharap melalui kolaborasi lintas sektor ini, kebutuhan darah masyarakat tetap dapat terpenuhi selama Ramadan, sehingga pelayanan kesehatan di rumah sakit tidak terganggu. (ant/KS)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img

BERITA POPULER