MAMUJU — Setelah tujuh hari pencarian tanpa hasil, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas/Kansar) Mamuju secara resmi menutup operasi pencarian terhadap seorang nelayan yang dilaporkan hilang saat melaut di perairan Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.
“Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap seorang nelayan bernama Muhammad Rifai (32) hari ini resmi ditutup,” kata Kepala Kantor Basarnas Mamuju, Mahmud Afandi, di Mamuju, Rabu.
Pada hari ketujuh pelaksanaan operasi, Tim SAR gabungan kembali melakukan pencarian sejak pukul 07.00 WITA dengan menyisir area seluas 96 mil laut menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) dan perahu karet.
Selain itu, kata Mahmud Afandi, koordinasi juga dilakukan dengan para nelayan yang melintas di perairan Majene untuk memantau kemungkinan adanya tanda-tanda keberadaan korban.
Namun hingga pukul 14.30 WITA, hasil pencarian masih nihil. “Berdasarkan laporan Tim Rescue Pos Siaga SAR Majene serta hasil monitoring kapal-kapal yang melintas, tidak ditemukan indikasi keberadaan korban,” ujar Mahmud Afandi.
Selanjutnya, pada pukul 15.00 WITA, Tim SAR Gabungan melaksanakan debriefing dan evaluasi. Pada pukul 16.00 WITA, disepakati untuk menutup operasi SAR dengan hasil korban dinyatakan hilang.
Meski pencarian secara resmi dihentikan, pihak SAR menegaskan akan tetap melakukan pemantauan terhadap setiap laporan dari nelayan maupun masyarakat apabila di kemudian hari ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.
“Walaupun secara resmi operasi pencarian dihentikan, kami tetap memantau setiap laporan dari masyarakat jika melihat tanda-tanda keberadaan nelayan hilang tersebut,” kata Mahmud Afandi.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur SAR yang terlibat dalam upaya pencarian, di antaranya Pos Siaga SAR Majene, TNI AL, Polsek Tubo Sendana, BPBD Majene, Mapala Unsulbar, serta masyarakat setempat.
“Kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh unsur SAR dan masyarakat yang telah terlibat dan berpartisipasi aktif selama proses pencarian berlangsung,” ujarnya.
Diketahui, Muhammad Rifai (32) dilaporkan hilang setelah terjatuh dari kapal saat melaut di perairan Desa Onang, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene, pada Jumat (30/1).
Setelah menerima laporan tersebut, Kantor Basarnas Mamuju segera mengerahkan tim rescue beserta sejumlah peralatan SAR untuk melakukan pencarian. Namun hingga hari ketujuh pelaksanaan operasi, korban belum ditemukan sehingga Tim SAR Gabungan memutuskan untuk menutup secara resmi upaya pencarian. (ant/KS)




