MAKASSAR — Sekretaris Daerah Kota Makassar Andi Zulkifly menegaskan Forum Perangkat Daerah (FPD) memegang peran strategis dalam menentukan keberhasilan sinkronisasi program kesehatan tahun 2027. Ia mengingatkan, forum lintas sektor tersebut tidak boleh diperlakukan sebagai agenda seremonial, melainkan sebagai ruang kunci pengambilan arah kebijakan pembangunan kesehatan daerah.
Penegasan itu disampaikan Andi Zulkifly di Makassar, Selasa (3/2/2026), menyikapi masih adanya anggapan di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menilai forum lintas sektor cukup dihadiri perwakilan tanpa kewenangan strategis.
“Forum Perangkat Daerah ini bukan kegiatan biasa. Ini sangat strategis karena di sinilah semua program, khususnya program Dinas Kesehatan, disinkronkan dengan OPD lain. Dinas Kesehatan tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan lintas sektor,” ujarnya.
Menurut Andi Zulkifly, FPD menjadi ruang penting untuk memastikan seluruh program pembangunan, terutama di sektor pelayanan kesehatan, berjalan terpadu dan saling menguatkan. Tanpa penyelarasan sejak tahap perencanaan, program berisiko berjalan sendiri-sendiri dan tidak mencapai target yang diharapkan.
Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Makassar itu menjelaskan, forum lintas sektor merupakan bagian tak terpisahkan dari tahapan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027. Mekanisme tersebut telah diatur secara tegas dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang tata cara perencanaan pembangunan daerah.
Ia menekankan bahwa perencanaan pembangunan tidak berhenti pada penyusunan daftar program dan penganggaran semata. Implementasi program kesehatan, kata dia, menuntut kolaborasi nyata dari berbagai pihak, mulai dari OPD terkait, kecamatan, kelurahan, PKK, hingga pemangku kepentingan eksternal seperti BPJS Kesehatan.
“Tanpa kelurahan, tanpa PKK, tanpa dinas sosial, tanpa BPJS Kesehatan, program kesehatan tidak akan berjalan optimal. Karena itu, forum ini menjadi tahapan penting untuk menyinkronkan program tahun 2027,” ujarnya.
Lebih lanjut, Andi Zulkifly mengingatkan bahwa Dinas Kesehatan memiliki indikator kinerja utama yang harus dicapai, antara lain penurunan angka kematian ibu dan anak, peningkatan angka harapan hidup, serta perluasan cakupan layanan kesehatan masyarakat.
“Target-target ini sudah ada dalam dokumen perencanaan jangka panjang dan menengah. Sekarang tugas kita adalah bagaimana menyusun program dan inovasi agar target itu tercapai. Dan itu tidak bisa dilakukan sendiri,” tegasnya.
Ia berharap, hasil Forum Perangkat Daerah benar-benar mencerminkan kebutuhan dan aspirasi masyarakat dari bawah atau bottom-up, bukan semata perencanaan yang bersifat top-down. (ant/KS)




