Menhub Tegaskan ATR 42-500 Laik Terbang, Penyebab Kecelakaan Tunggu Hasil KNKT

MAKASSAR — Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang mengalami kecelakaan di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, dinyatakan laik terbang berdasarkan hasil pemeriksaan dokumen kelaikudaraan.

“Kalau laik terbang, iya. Syarat utamanya adalah laik terbang. Kami sudah memeriksa seluruh dokumen kelaikan, dan pesawat tersebut dinyatakan memenuhi persyaratan,” ujar Dudy Purwagandhi saat ditemui di Posko SAR AJU, Desa Tompo Bulu, Senin.

Menhub menegaskan pihaknya tidak ingin berspekulasi terkait dugaan adanya masalah pada pesawat sebelum proses penyelidikan selesai. Menurutnya, penyampaian penyebab kecelakaan harus berbasis fakta dan bukti yang sah.

“Kita tidak ingin terlalu dini menyimpulkan apa penyebab kecelakaan. Semua harus menunggu pembuktian dan hasil penyelidikan resmi,” katanya.

Ia menjelaskan, penerbangan menggunakan ATR 42-500 tersebut merupakan misi surveillance atau pengawasan wilayah laut yang menjadi bagian dari tugas rutin Kementerian Kelautan dan Perikanan. Karena itu, berbagai aspek teknis penerbangan, termasuk ketinggian jelajah dan kondisi operasional, masih harus ditelusuri lebih lanjut.

Seluruh proses investigasi kecelakaan, lanjut Dudy, akan menjadi kewenangan Komite Nasional Keselamatan Transportasi. Kesimpulan resmi baru akan disampaikan setelah seluruh bukti, termasuk black box, berhasil ditemukan dan dianalisis.

“Setelah semua informasi dan fakta terkumpul, KNKT yang akan menyampaikan hasil penyelidikan. Dari situlah evaluasi menyeluruh bisa dilakukan,” ujarnya.

Terkait korban jiwa, Menhub menyampaikan bahwa identifikasi dilakukan oleh pihak kepolisian melalui proses Disaster Victim Identification (DVI). Seluruh korban harus diverifikasi secara resmi sebelum diumumkan ke publik.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyatakan lebih dari seribu personel gabungan telah dikerahkan dalam operasi SAR. Selain tim pencarian, pemerintah daerah juga menurunkan tim kebencanaan, kesehatan, serta dukungan logistik.

READ  Badan Gizi Nasional Latih Ribuan Penjamah Makanan untuk Perkuat Kualitas Program MBG

“Mudah-mudahan upaya ini menjadi bukti kekompakan dan keseriusan kita bersama untuk mempercepat proses evakuasi dan pencarian korban,” katanya.

Pada hari ketiga operasi SAR, tim gabungan kembali menemukan satu korban berjenis kelamin perempuan di jurang Gunung Bulusaraung pada kedalaman sekitar 50 meter dari puncak. Sehari sebelumnya, satu jenazah korban laki-laki telah lebih dulu ditemukan di lereng jurang. (ant/KS)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img

BERITA POPULER