BONE – Menteri Agama Republik Indonesia, KH Nasaruddin Umar, membuka rangkaian peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama dengan berbagai kegiatan sosial dan kebersamaan di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Rabu. Kegiatan tersebut meliputi bakti sosial, donor darah, jalan santai kerukunan, serta Pekan Olahraga dan Seni (Porseni).
Dalam sambutannya, Menag menyampaikan bahwa peringatan HAB ke-80 terasa istimewa karena kuatnya semangat persatuan dan kerukunan yang ditunjukkan masyarakat. Ia menilai kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan cerminan wajah Indonesia yang sesungguhnya.
“Peringatan HAB ke-80 ini luar biasa, bukan hanya karena antusiasme masyarakat yang begitu besar, tetapi karena kerukunan begitu terasa. Semua melebur, saling menyapa tanpa melihat latar belakang agama apa pun. Inilah wajah Indonesia sesungguhnya,” ujar Menag di Bone.
KH Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Hari Amal Bakti merupakan momentum penting untuk memperkuat nilai kerukunan, kebersamaan, serta kontribusi nyata Kementerian Agama bagi masyarakat. Menurutnya, kerukunan umat beragama adalah modal utama dalam pembangunan bangsa.
Ia juga menyinggung capaian Indeks Kerukunan Umat Beragama yang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan signifikan. Hal tersebut, kata dia, menjadi bukti komitmen masyarakat Indonesia dalam menjaga persatuan dan keharmonisan sosial.
“Kerukunan hari ini adalah yang tertinggi sejak Indonesia merdeka berdasarkan survei nasional. Saya berharap capaian ini terus dipertahankan. Kita ingin Kementerian Agama selalu menjadi garda terdepan dalam memelihara harmoni,” katanya.
Pelaksanaan HAB ke-80 di Kabupaten Bone diisi dengan Jalan Santai Kerukunan yang melibatkan tokoh lintas agama, mulai dari Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Buddha, hingga Khonghucu. Selain itu, kegiatan tersebut juga diikuti tokoh adat, perempuan, pemuda, aparatur sipil negara Kementerian Agama, serta masyarakat umum.
Menag menekankan bahwa jalan santai tersebut memiliki makna simbolik yang kuat sebagai wujud persaudaraan dan kebersamaan antarwarga.
“Ini bukan sekadar jalan santai. Ini simbol persaudaraan kita. Orang dari berbagai kabupaten datang, berbaur, saling menyapa. Mereka lupa identitas agamanya apa, yang ada adalah persaudaraan,” tuturnya.
Selain Jalan Santai Kerukunan, Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan juga menggelar berbagai kegiatan sosial lainnya dalam rangka HAB ke-80. Di antaranya donor darah serentak, bakti sosial bagi fakir miskin, penyandang disabilitas, serta warga prasejahtera.
Rangkaian kegiatan juga mencakup ziarah ke makam pahlawan, penggalangan donasi untuk korban bencana di Aceh dan Sumatra Barat, zikir dan doa kebangsaan di Masjid Agung Bone, serta rapat kerja dan temu lintas agama yang digelar di Pondok Pesantren Al-Ikhlas Ujung.
Melalui peringatan HAB ke-80 ini, Menag berharap nilai-nilai kerukunan dan kebersamaan tidak hanya berhenti pada perayaan, tetapi terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari demi memperkuat persatuan bangsa. (ant/KS)




