AGAM – Tim Medis Gelombang III Universitas Hasanuddin (Unhas) terus melanjutkan misi kemanusiaan dalam penanganan bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Tim ini menyasar wilayah-wilayah terparah untuk memperkuat pelayanan kesehatan bagi para penyintas.
Direktur Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Unhas, drg. Andi Tajrin, dalam laporannya di Makassar, Kamis (11/12), menjelaskan sejumlah kondisi awal yang teridentifikasi melalui koordinasi dengan RSUD Lubuk Basung, Satgas Bencana Provinsi Sumbar, dan Dinas Kesehatan.
Pada tahap awal, satu pasien menjalani rencana operasi kasus fraktur parasymphysis mandibula, setelah sebelumnya menjalani tindakan debridement pada luka di tangan. Selain itu, tercatat sebanyak 75 pasien telah menjalani operasi di RSUD Lubuk Basung, sementara 123 orang masih dinyatakan hilang akibat bencana.
Tim Medis Unhas juga melaksanakan operasi pada satu pasien dengan kondisi luka berat. Kondisi pasien menunjukkan perkembangan yang baik.
“Alhamdulillah, setelah kontrol pascaoperasi di hari keempat, kondisi pasien membaik dan telah sadar penuh. Meski mengalami fraktur rahang, benturan kepala, dan luka di seluruh tubuh, penyembuhan berlangsung sangat baik,” jelas drg. Andi Tajrin.
Selain tindakan operasi, tim melanjutkan kunjungan pasien pascaoperasi dan bergerak menuju Puskesmas Koto Alam, Kecamatan Palembayan. Pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang diberikan kepada para pengungsi disambut antusias. Tim juga memberikan layanan medis umum kepada sekitar 200 pasien di posko kesehatan.
Usai pelayanan medis, rombongan menyalurkan logistik ke dua wilayah terdampak, yakni Palembayan dan Malalak. Bantuan mencakup beras, sarden, pakaian dalam, sarung, selimut, handuk, tikar, bantal, hingga cabai besar dan kecil sesuai permintaan warga.
Di lokasi pengungsian, seorang penyintas turut membagikan kisah dramatis saat bencana terjadi, termasuk kehilangan beberapa anggota keluarga. Ia menyampaikan rasa syukur atas bantuan medis sehingga luka-lukanya dapat tertangani dengan baik, termasuk dukungan tim bedah maksilofasial Unhas.
Upaya kemanusiaan ini menunjukkan komitmen Unhas dalam memberikan layanan kesehatan terpadu di wilayah terdampak bencana, sekaligus memperkuat penanganan darurat bagi para korban. (ant/KS)




