Pemerintah Sulsel Bangun 1.657 Apartemen Ikan, Dongkrak Produksi Hingga 596 Ton per Tahun

MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) mencatat capaian signifikan sepanjang tahun 2025 dengan membangun 1.657 unit apartemen ikan untuk memperkuat kawasan perikanan rakyat dan meningkatkan ekonomi nelayan.

Kepala DKP Sulsel, M. Ilyas, menyampaikan bahwa apartemen ikan terbukti efektif sebagai habitat buatan yang mampu menarik ikan untuk berkembang biak dan berkumpul pada titik-titik tertentu.

“Apartemen ikan ini mempersingkat waktu nelayan untuk mencari ikan. Dengan titik-titik baru yang produktif, nelayan bisa menghemat BBM, menekan biaya operasional, dan meningkatkan pendapatan,” jelasnya, Senin.

Sebanyak 1.657 unit apartemen ikan tersebut ditempatkan pada 13 lokasi pesisir, yakni Makassar, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Sinjai, Kepulauan Selayar, Pangkep, Barru, Pulau Panikiang (Barru), Pinrang, Luwu Timur, dan Palopo. Total luasan program mencapai sekitar 11 hektare.

Beberapa titik seperti Pulau Panikiang, Selayar, dan Sinjai memiliki potensi ekologi tinggi, sedangkan kawasan Pangkep, Makassar, dan Takalar difokuskan untuk mendorong produktivitas nelayan.

Ilyas menjelaskan bahwa satu modul apartemen ikan diproyeksikan menghasilkan 40–90 kilogram ikan per bulan atau 500–1.000 kilogram per tahun. Dengan asumsi 60 persen biomassa dapat ditangkap tanpa mengganggu kelestarian ekosistem, maka produksi bersih rata-rata mencapai 360 kilogram per modul per tahun.

“Jika dikalikan 1.657 modul, total produksi mencapai sekitar 596 ton ikan per tahun, dengan nilai ekonomi sebesar Rp20,9 miliar,” ungkapnya.

Dengan usia pakai apartemen ikan yang mencapai 7–15 tahun, potensi nilai ekonomi program ini dapat menembus Rp104,3 miliar dalam lima tahun dan Rp208,7 miliar dalam sepuluh tahun mendatang.

Pada tahun 2026, DKP Sulsel akan melakukan pendampingan, pengawasan, dan pemeliharaan apartemen ikan, bekerja sama dengan Pokmaswas, pemerintah daerah, dan komunitas lokal agar pemanfaatannya berjalan optimal.

READ  Pemkab Luwu Siapkan 50 Paket Umrah untuk Imam Masjid, Perkuat Peran Ulama di Daerah

“Apartemen ikan ini adalah aset bersama. Kita perlu menjaganya secara gotong royong agar manfaatnya dirasakan hingga puluhan tahun ke depan,” tegas Ilyas.

Sementara itu, seorang nelayan asal Bulukumba, Abdul Gaffar, mengakui manfaat nyata dari keberadaan apartemen ikan.

“Dulu harus melaut jauh dan lama untuk dapat ikan. Sekarang lebih cepat dapat ikan, dan ongkos BBM berkurang banyak,” tuturnya.

Program apartemen ikan menjadi salah satu inovasi strategis Pemprov Sulsel dalam memperkuat ekonomi pesisir berbasis keberlanjutan. (ant/KS)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img

BERITA POPULER