LUWU – Pemerintah Kabupaten Luwu menyiapkan sebanyak 50 paket umrah bagi para imam masjid yang tersebar di wilayahnya pada tahun ini. Program tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkab Luwu dalam memperkuat peran ulama serta membangun kehidupan keagamaan yang religius dan berakhlak.
Bupati Luwu, Patahudding, menyampaikan hal tersebut saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Luwu. Ia menegaskan, perhatian terhadap imam masjid dan tokoh agama merupakan bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia berbasis nilai keislaman.
“Pemerintah Kabupaten Luwu menyiapkan 50 paket umrah bagi para imam masjid. Selain itu, kami juga mengagendakan program pelatihan bacaan shalat serta baca tulis Al-Qur’an yang diharapkan bisa segera direalisasikan,” ujar Patahudding dalam keterangannya di Makassar, Senin.
Menurutnya, persoalan bacaan shalat dan kemampuan membaca Al-Qur’an masih ditemui di tengah masyarakat dan membutuhkan perhatian bersama. Karena itu, Pemkab Luwu memandang MUI sebagai mitra strategis dalam membangun masyarakat yang religius, berakhlak mulia, dan memiliki daya saing.
Patahudding menekankan, Musda MUI bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum strategis untuk melakukan evaluasi, konsolidasi, serta merumuskan arah perjuangan umat Islam ke depan.
“MUI memiliki peran strategis sebagai khadimul ummah dan shadiqul hukumah, pelayan umat sekaligus mitra pemerintah. Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, peran ulama sangat dibutuhkan untuk menjaga kehidupan keagamaan yang sejuk, damai, dan penuh toleransi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Luwu, Nasaruddin Bin A, menyampaikan bahwa pelaksanaan Musda kali ini sempat tertunda akibat kondisi yang kurang memungkinkan. Meski demikian, ia menegaskan posisi MUI sebagai mitra pemerintah, mulai dari tingkat pusat hingga daerah, khususnya dalam urusan keagamaan.
“Majelis Ulama Indonesia adalah pendamping pemerintah di sektor keagamaan dan bersifat moderat. Insya Allah, melalui Musda ini akan lahir pemimpin yang mampu bermitra dengan pemerintah serta menjaga moderasi beragama,” katanya.
Wakil Ketua Umum MUI Provinsi Sulawesi Selatan, Mustari Bosra, berharap Musda MUI Luwu berlangsung dalam suasana sejuk, tanpa konflik, serta menghasilkan kepengurusan yang bertanggung jawab dan siap bekerja untuk umat.
“Musda harus menjadi ruang musyawarah yang bermartabat, menghasilkan kepemimpinan yang amanah dan mampu menjawab tantangan keumatan,” ujarnya. (ant/KS)




