Komisi VII DPR RI Dorong Penguatan Ekosistem Industri Galangan Kapal di Kawasan Timur Indonesia

MAKASSAR – Komisi VII DPR RI mendorong percepatan perbaikan dan penguatan ekosistem industri galangan kapal di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Dorongan ini disampaikan Wakil Ketua Komisi VII, Chusnuniah Chalim, saat kunjungan kerja di Makassar, Kamis.

Ia menegaskan perlunya pembahasan lintas kementerian untuk meremajakan peralatan galangan kapal yang banyak mengalami keterbatasan. “Sepertinya Pemda mungkin akan diundang ke Jakarta untuk bahas ekosistem galangan kapal ini, tetapi kita kesulitan juga di tengah efisiensi seperti sekarang. Namun tetap pasti ada solusinya,” ujarnya.

Chusnuniah juga menyoroti peran Kemenristekdikti dalam menyiapkan tenaga kerja terampil melalui kampus-kampus politeknik. Saat ini terdapat tambahan 10 politeknik baru dalam bidang perkapalan, dan Indonesia telah memiliki 18 perguruan tinggi yang mampu mendukung industri perkapalan secara profesional.

Menurut dia, mayoritas SDM perkapalan berasal dari pendidikan kejuruan sehingga cukup siap untuk mengisi kebutuhan industri. Namun peningkatan kapasitas tetap diperlukan agar ekosistem galangan kapal dapat berkembang lebih kuat di wilayah timur.

Ia juga melihat hadirnya program Tol Laut sebagai peluang besar. Dari awalnya hanya 11 rute, kini telah berkembang menjadi 39 rute yang melayani sekitar 150 pelabuhan. “Ini menjadi potensi untuk perawatan galangan,” katanya.

Komisi VII DPR RI turut mendorong penambahan galangan kapal baru di kawasan timur yang memiliki karakter maritim dan terdiri dari ribuan pulau. Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, hanya 20 persen galangan kapal Indonesia yang berada di KTI dari total 342 galangan yang tersebar di 29 provinsi dan lebih dari 70 kota.

“Sementara kebutuhannya untuk di wilayah Indonesia Timur ini harusnya lebih banyak, mestinya naik menjadi 40 persen galangan kapal yang tersedia di Indonesia Timur, apalagi kapalnya juga mulai banyak,” ujarnya.

READ  Realisasi Belanja Negara di Sulsel hingga April Capai Rp16,94 Triliun

Plt Direktur Utama PT IKI, Suhan Ikhsan, mengungkapkan pihaknya masih menghadapi kendala besar dalam merekondisi peralatan. “Jadi maksimal 60 persen itu yang tetap kami kerjakan. Ke depan, kami coba ajukan RKP 2026. Itu adanya investasi superstar Rp15 miliar,” katanya.

Ia menyebut optimalisasi layanan galangan bisa dicapai dengan dukungan anggaran sekitar Rp100 miliar dalam lima tahun. Dengan dukungan tahunan sekitar Rp15 miliar, kapasitas operasional dapat ditingkatkan menjadi 70–80 persen untuk menampung kapal-kapal di Indonesia Timur.

Terkait pengembangan galangan kapal baru, Suhan mengatakan bahwa sejumlah pengusaha telah memulai pembangunan fasilitas di Sulawesi Tenggara, terutama karena keberadaan kawasan tambang Morowali menjadi titik strategis bagi pengembangan galangan kapal baru. (ant/KS)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img

BERITA POPULER