MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan aparat kepolisian harus bertindak cepat dan tegas terhadap para pelaku tawuran yang berujung bentrokan anarkis hingga membakar sejumlah rumah di kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Beroangin, Jalan Panampu, Kecamatan Tallo.
“Saya sudah koordinasi dengan pihak kepolisian, termasuk dengan Dansat Brimob dan TNI untuk memastikan semua yang terlibat ditindak,” kata Munafri, Selasa.
Munafri menilai tindakan kriminal tersebut tidak boleh dibiarkan. Insiden yang melibatkan dua kelompok warga itu telah menelan korban jiwa dan merugikan masyarakat yang kehilangan rumah akibat kebakaran.
Pria yang akrab disapa Appi itu menegaskan proses identifikasi dan penangkapan pelaku harus dipercepat. Ia meminta aparat bertindak serius dan tepat agar situasi tidak semakin melebar.
“Ini sudah merupakan kejahatan, jadi harus diproses lebih lanjut. Saya tekankan, ini harus cepat diatensi dengan serius,” ujarnya saat meninjau lokasi kejadian.
Selain penegakan hukum, Appi juga menyiapkan langkah pencegahan jangka panjang melalui pola pembinaan, pelatihan, dan kegiatan produktif bagi remaja yang rentan terlibat aksi negatif.
“Kami akan masuk memberikan pola pelatihan dan kegiatan yang bermanfaat bagi anak-anak di sana,” tambahnya.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman turut merespons pecahnya bentrokan antara warga Kampung Sapiria dan Borong Taipa pada Selasa (18/11). Insiden ini menyebabkan tujuh rumah terbakar dan satu warga tewas akibat diduga tertembak senapan angin.
Gubernur menyatakan telah berkoordinasi langsung dengan Kapolda Sulsel untuk memastikan langkah penanganan dan pengamanan dilakukan dengan terukur.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Polda Sulsel untuk mengambil tindakan terukur. Warga diharapkan menahan diri dan tidak mudah terprovokasi,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan aparat keamanan guna mencegah konflik susulan serta menjaga stabilitas keamanan di Makassar. Sudirman juga meminta patroli diperketat dan perlindungan maksimal diberikan kepada warga terdampak.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas. Kami tidak ingin ada lagi korban. Pemerintah hadir memastikan kondisi kembali stabil,” ujarnya. (ant/KS)




