MAKASSAR – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Makassar menggelar kegiatan peningkatan wawasan (capacity building) bagi para perajin lokal dalam rangkaian Makassar Craft Expo (MCE) 2025 yang juga menjadi bagian dari peringatan HUT ke-418 Kota Makassar.
Ketua Dekranasda Kota Makassar, Melinda Aksa, mengatakan kegiatan pelatihan bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) ini berlangsung selama tiga hari, 7–9 November, bersamaan dengan pameran produk unggulan perajin lokal di arena MCE 2025.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membantu para perajin menghasilkan karya yang berkelas, usaha yang berdaya, dan produk yang siap bersaing,” ujarnya di Makassar, Sabtu.
Menurut Melinda, ajang ini tidak hanya menjadi wadah untuk memamerkan hasil karya, tetapi juga sarana memperkuat kapasitas pelaku usaha kreatif agar mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
Salah satu agenda utama pada hari pertama adalah Talk Show Capacity Building yang membahas topik perizinan usaha, standardisasi produk, serta sertifikasi desain. Kegiatan ini diikuti 50 perajin dari berbagai kecamatan di Kota Makassar dan masyarakat umum yang tertarik pada industri kerajinan.
Ketua Panitia Talk Show, Indra Artati, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan para perajin agar dapat mengembangkan usahanya secara profesional dan sesuai dengan aturan hukum.
“Ini menjadi momentum penting bagi pelaku usaha untuk memahami lebih dalam soal perizinan, standardisasi, dan sertifikasi produk agar terlindungi secara hukum,” kata Indra.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga memberikan pembelajaran praktis dan membuka wawasan para perajin terhadap peluang serta tantangan dalam sektor industri kreatif yang semakin kompetitif.
Dalam sesi pertama, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Makassar, Arlin Ariesta, hadir sebagai narasumber dengan materi “Kiat Menjadi Perajin Berkelas.” Ia menekankan pentingnya standar mutu dan inovasi desain untuk meningkatkan nilai jual dan daya saing produk kerajinan.
“Produk kerajinan Makassar harus punya identitas, tapi juga mengikuti tren. Kuncinya ada pada desain dan mutu,” tegas Arlin.
Arlin juga memperkenalkan berbagai program pendampingan usaha yang disediakan Pemkot Makassar melalui Inkubator Bisnis, termasuk Inbis Makassar, Inkubator Koperasi, Inkubator UMKM, dan Inkubator Startup.
“Melalui program inkubator ini, kami ingin membantu pelaku usaha agar bisa naik kelas, dari usaha rumahan menjadi usaha profesional yang siap ekspor,” tambahnya.
Narasumber kedua, Hardianzah Rahmat dari Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim (BBIHPMM) Kota Makassar, memaparkan pentingnya penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) dalam industri kerajinan.
Menurutnya, sertifikasi produk bukan sekadar label, tetapi juga bentuk jaminan mutu dan kepercayaan pasar.
“Dengan sertifikasi, produk perajin memiliki nilai tambah dan lebih mudah diterima di pasar modern, bahkan di tingkat internasional,” ujar Hardianzah. (ant/KS)




