Pemkot Makassar Luncurkan Kurikulum Muatan Lokal untuk SD di Museum Kota

MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan, meluncurkan Program Kurikulum Muatan Lokal untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) sebagai upaya memperkuat nilai budaya dan jati diri generasi muda. Peluncuran program ini digelar di Museum Kota Makassar, Jumat (7/11), dan menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT Ke-418 Kota Makassar.

Kegiatan yang dikoordinasikan oleh Dinas Pendidikan Kota Makassar ini bertujuan menanamkan nilai-nilai kearifan lokal sejak dini, agar peserta didik tumbuh dengan karakter sopan, santun, dan menghargai sesama.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada pengetahuan akademik, tetapi juga pada pembentukan kepribadian yang berbudaya. “Melalui kurikulum muatan lokal, sekolah kami harapkan dapat menjadi ruang belajar yang menumbuhkan nilai sopan, santun, dan saling menghargai di masyarakat,” ujarnya.

Munafri menambahkan, peluncuran kurikulum ini menjadi lebih bermakna karena digelar di Museum Kota Makassar—sebuah tempat yang merepresentasikan sejarah, identitas, dan akar budaya masyarakat. Program ini diharapkan dapat melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berakar pada kearifan lokal.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Pelaksana Harian (Plh) Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof. Dr. Farida Patittingi beserta jajaran universitas dan fakultas. Pemerintah Kota Makassar menggandeng UNM untuk memastikan muatan lokal terintegrasi secara sistematis dalam pendidikan formal.

Prof. Farida memberikan apresiasi terhadap inisiatif Pemkot Makassar yang dinilainya sangat visioner dalam memperkuat pendidikan berbasis budaya lokal. “Kita harus mulai dari bawah, dari anak-anak kita di SD. Kita pastikan kurikulum di lembaga pendidikan kita benar-benar sesuai harapan, yaitu melahirkan sumber daya manusia yang berakar dari daerah sendiri,” katanya.

Ia menegaskan pentingnya menanamkan nilai-nilai kearifan lokal sejak dini agar menjadi fondasi karakter generasi penerus bangsa. Menurutnya, banyak nilai dan kekayaan budaya lokal yang perlu diinternalisasikan ke dalam proses pembelajaran sehari-hari untuk memperkuat identitas budaya anak-anak Makassar di tengah arus globalisasi. (ant/KS).

READ  Pj Sekda: Data BPS Jadi Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img

BERITA POPULER