Pemkot Makassar Masuk Top Digital Awards 2025 Lewat Inovasi Lontara

MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan, berhasil masuk ajang Top Digital Awards 2025 melalui inovasi unggulan Layanan Online Terintegrasi Warga Makassar atau Lontara+, sebagai bagian dari transformasi digital pemerintahan.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin memaparkan langsung keunggulan dan dampak nyata aplikasi Makassar Super Apps itu dalam sesi wawancara penjurian tingkat nasional yang digelar oleh IT Works secara virtual dari Makassar, Senin (3/11/2025).

Munafri menjelaskan, Lontara+ merupakan hasil penyatuan berbagai sistem digital yang sebelumnya tersebar di perangkat daerah. “Kami membangun sistem online yang menggabungkan beberapa aplikasi yang ada sebelumnya di Pemkot Makassar, dan kami satukan dalam satu platform bernama Lontara,” ujarnya di hadapan para juri.

Aplikasi ini menjadi wujud komitmen Pemkot Makassar untuk menghadirkan layanan publik yang cepat, mudah, dan terintegrasi dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang efisien, transparan, serta akuntabel — sekaligus memperkuat visi smart city yang inklusif.

Nama Lontara sendiri memiliki makna historis dan filosofis sebagai aksara Makassar yang telah digunakan sejak abad ke-16 dan masih hidup di tengah masyarakat hingga kini.

Sejak diluncurkan pada Juli hingga Oktober 2025, tercatat 820 aduan masyarakat telah masuk melalui aplikasi, dengan 746 di antaranya sudah ditindaklanjuti, 71 masih dalam proses, dan 3 aduan ditangguhkan.

“Kami berharap aplikasi ini bisa memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses dan mengontrol proses pembangunan di Kota Makassar,” kata Munafri.

Kini aplikasi Lontara+ telah memasuki versi 2.0 dengan fitur umpan balik masyarakat yang otomatis diteruskan ke dinas terkait untuk percepatan tindak lanjut.

Proses penjurian berlangsung sekitar 75 menit dan mencakup tiga tahap, yakni presentasi inovasi digital, pendalaman oleh dewan juri, serta penilaian nilai tambah untuk pengembangan lebih lanjut. Seluruh sesi dilakukan secara daring melalui Zoom Meeting dan direkam untuk kepentingan evaluasi penilaian. (ant/KS)

READ  Sengketa Lahan, Warga Segel SDN 223 Garanta Bulukumba dengan Kawat Berduri
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img

BERITA POPULER