MAKASSAR – Upaya Pemerintah Kota Makassar dalam melindungi perempuan dan anak dari kekerasan semakin diperkuat. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar memberikan edukasi khusus bagi puluhan shelter warga baru untuk berperan aktif dalam pendampingan korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Kegiatan ini digelar sebagai bentuk peningkatan kapasitas lembaga penyedia layanan keluarga agar dapat memberikan kontribusi nyata dalam memperbaiki kualitas hidup masyarakat.
“Ini bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan lembaga penyedia layanan keluarga. Kami berharap shelter baru ini bisa aktif mendampingi warga korban KDRT di wilayah masing-masing,” kata Kepala Bidang Kualitas Hidup Perempuan DP3A Makassar, Nanin Sudiar, Rabu (29/10).
Ia menjelaskan, shelter warga yang baru terbentuk di sejumlah kelurahan akan menjadi garda terdepan dalam menangani persoalan perempuan dan anak. Karena itu, para pengurus shelter dibekali kemampuan untuk mengenali, mendampingi, dan melaporkan kasus kekerasan yang terjadi di lingkungannya.
“Mereka ini nantinya yang pertama kali bersentuhan langsung dengan masyarakat. Maka kami berikan edukasi bagaimana menghadapi kasus perempuan dan anak secara tepat,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, DP3A berharap shelter warga dapat saling berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam memberikan layanan keluarga. Pendekatan berbasis komunitas dianggap penting agar penanganan kasus KDRT bisa lebih cepat dan manusiawi.
Konselor Hukum UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) DP3A Makassar, Zulhajar, menambahkan bahwa shelter warga berfungsi ganda — tidak hanya dalam penanganan, tetapi juga pencegahan kekerasan.
“Shelter warga ini nantinya berkoordinasi langsung dengan UPTD PPA. Hari ini kami beri materi awal tentang KDRT, cara mengenali korban, dan prosedur penanganannya. Mereka adalah ujung tombak kami di lapangan,” jelasnya.
Dengan penguatan ini, Pemkot Makassar berharap lahir jejaring perlindungan sosial yang tangguh, di mana masyarakat bukan hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku aktif dalam menjaga keselamatan dan martabat perempuan serta anak di lingkungannya. (ant/KS)




