KORAN SULSEL, MAKASSAR – Pagi baru saja merekah di langit Makassar, dihiasi embusan angin laut dari Pantai Losari. Di tengah kesibukan kota yang mulai menggeliat, banyak warga dan wisatawan memilih menjelajahi Kota Daeng dengan sepeda motor—bukan sekadar soal efisiensi, tetapi tentang merasakan denyut kehidupan lokal secara lebih intim.
Jalanan yang bersinggungan dengan laut, aroma kopi yang menyeruak dari warung kecil, hingga sapa ramah pedagang di pinggir jalan—semuanya terasa lebih nyata ketika dinikmati dari atas motor.
Salah satu yang merasakan pengalaman ini adalah Dodo, seorang mahasiswa asal Surabaya yang sedang menjalani program magang di Makassar. Ia menjadikan motor sewaan sebagai teman terbaiknya menjelajah kota ini.
“Saya bisa berhenti kapan saja, di mana saja. Kadang pagi-pagi ke Pantai Losari dulu, duduk sebentar menikmati matahari terbit, baru lanjut ke kampus. Kalau sore, sering keliling cari kuliner khas Makassar,” ujar Dodo, Selasa (26/8/2025).
Motor yang digunakan Dodo adalah unit sewaan dari Phinisi Rent Makassar, penyedia layanan rental kendaraan yang kini banyak diminati kalangan muda dan wisatawan. Dodo mengaku memilih Phinisi Rent karena pelayanannya cepat, harganya bersahabat, dan kondisi motor selalu prima.
“Motor diantar langsung ke kos, tinggal pakai. Helm dan jas hujan juga disiapkan. Praktis banget,” tambahnya.
Pengelola Phinisi Rent Makassar, Jabar HM, mengatakan bahwa banyak pelanggan datang mencari kenyamanan dan kepercayaan, bukan sekadar kendaraan.
“Kami ingin pelanggan merasa seperti memakai motor sendiri. Setiap unit dicek harian, diservis rutin, dan kami siap membantu kalau ada kendala di jalan. Kami ingin pengalaman mereka di Makassar menyenangkan dari awal sampai akhir,” ujarnya.
Phinisi Rent menyediakan beragam jenis motor—dari matic ringan, bebek irit bahan bakar, hingga sport. Tarif sewanya kompetitif, mulai dari Rp70.000 per 24 jam, sudah termasuk layanan antar-jemput dan perlengkapan standar keselamatan. Selain untuk wisata dan kebutuhan pribadi, Phinisi Rent juga rutin mendukung berbagai kegiatan kampus, instansi, dan event besar di Makassar.
Bagi wisatawan yang baru pertama kali datang ke Makassar, Jabar menyarankan untuk mencoba rute pagi dari Tamalanrea menuju Pantai Losari.
“Lewat jalur itu, Anda bisa melihat sisi Makassar yang sesungguhnya—kota yang sibuk tapi tetap hangat. Dengan motor, semuanya terasa lebih dekat dan hidup,” tutup Jabar.
Menjelang siang, semangat para pengendara tak surut. Di lampu merah Jalan Jenderal Sudirman, sekelompok mahasiswa tampak beriringan dengan motor sewaan Phinisi Rent. Mereka melambaikan tangan sambil tertawa, seolah perjalanan mereka di Kota Daeng baru saja dimulai, membuktikan bahwa di Makassar, setiap perjalanan punya cerita, dan motor menjadi kunci untuk membukanya. (KS)




