Sulsel Rumuskan Tujuh Strategi Ekonomi Hijau Bersama ICRAF

Makassar – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menegaskan komitmennya bertransformasi menuju ekonomi hijau melalui tujuh strategi yang dirumuskan bersama lembaga riset internasional, International Forestry Research and World Agroforestry (ICRAF).

Strategi ini dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis lahan terbarukan, pertanian, dan perkebunan beserta turunannya, tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan. “Intinya kita ingin meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan. Dengan dukungan ICRAF, Sulsel siap memulai transformasi menuju ekonomi hijau,” ujar Staf Ahli Bidang Ekonomi Pemprov Sulsel, Since Erna Lamba, di Makassar, Jumat (26/9/2025).

Adapun tujuh strategi yang direkomendasikan meliputi:

1. Pengelolaan tata ruang dan penggunaan lahan secara terintegrasi.
2. Optimalisasi modal dan akses pembangunan yang adil, responsif, inklusif, dan inovatif.
3. Pengembangan produktivitas dan daya saing sektor unggulan daerah.
4. Perbaikan rantai nilai yang mendukung ekonomi masyarakat melalui UMKM dan koperasi.
5. Peningkatan konektivitas wilayah yang adaptif terhadap bencana.
6. Pengelolaan dan restorasi daerah aliran sungai (DAS).
7. Pemanfaatan instrumen ekonomi untuk mendukung pengelolaan jasa lingkungan.

“Dengan adanya perencanaan yang terstruktur jangka pendek maupun jangka panjang, kita bisa meminimalkan risiko menuju ekonomi hijau,” lanjut Since.

Sehari sebelumnya, rencana transformasi ini telah disosialisasikan melalui Green Growth Plan (GGP) di Makassar. Hasil riset ICRAF menunjukkan, jika tujuh strategi tersebut dijalankan, maka Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulsel berpotensi tumbuh rata-rata 0,6 persen lebih tinggi dibandingkan skenario business as usual (BAU).

Selain itu, intensitas emisi juga diproyeksikan turun signifikan menjadi 0,20 tonCO₂eq/miliar rupiah, jauh di bawah skenario BAU sebesar 2,19 tonCO₂eq/miliar rupiah. “Strategi menuju ekonomi hijau ini diharapkan memperbaiki struktur sosial dan menjaga lingkungan agar tidak merusak ekosistem. Maka dari itu, perencanaan ini menjadi implementasi jangka panjang dan menengah untuk ekonomi hijau di Sulsel,” kata Direktur ICRAF Program Indonesia, Andree Ekadinata.

READ  KKN-Tematik Unhas Sosialisasikan Ubi Jalar Pencegah Stunting

Transformasi ini menjadi penting karena tiga penyumbang terbesar PDRB Sulsel masih didominasi sektor pertambangan, industri pengolahan, serta sektor berbasis lahan seperti pertanian, perkebunan, kehutanan, dan perikanan. Namun, dalam satu dekade terakhir, produktivitas sektor pertanian dan perkebunan terus menurun akibat penurunan kualitas lingkungan dan daya dukung lahan.

ICRAF mencatat, sejumlah wilayah lumbung pangan kini mengalami perubahan fungsi jasa lingkungan, sehingga meningkatkan kerentanan Sulsel terhadap dampak perubahan iklim. Karena itu, pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dinilai krusial untuk membangun ketangguhan iklim, menjaga keberlanjutan lingkungan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (ant/KS)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img

BERITA POPULER