MAKASSAR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Selatan mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seiring masuknya awal musim hujan. Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim hujan 2025/2026 di Sulsel diperkirakan dimulai pada Oktober hingga November.
Kepala BPBD Sulsel, Amson Padolo, menyebutkan meski prediksi musim hujan baru dimulai bulan depan, intensitas hujan deras sudah dirasakan di beberapa wilayah. “Hari ini hujan deras sudah terjadi di Kabupaten Maros, Kabupaten Pangkep, dan Kota Makassar,” ujarnya di Makassar, Minggu (28/9/2025).
Ia menjelaskan, awal musim hujan kali ini diprediksi lebih cepat dibandingkan kondisi normal, dengan 17 zona musim (ZOM) atau sekitar 71 persen wilayah Sulsel mengalami percepatan. Secara keseluruhan, awal musim hujan akan melanda 18 ZOM atau 75 persen wilayah Sulsel, dengan sifat hujan mayoritas berada dalam kategori normal.
Adapun puncak musim hujan diproyeksikan terjadi dua kali, yakni pada Desember 2025 hingga April 2026, dengan intensitas tinggi di 10 ZOM atau sekitar 42 persen wilayah. Meski sebagian besar daerah akan mengalami curah hujan normal, sejumlah kabupaten dan kota diperkirakan menerima hujan di atas normal sehingga rawan banjir dan genangan.
Menghadapi potensi tersebut, Amson menegaskan penanganan kebencanaan harus menjadi tanggung jawab bersama. Unsur pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, hingga media diminta bersinergi dalam langkah mitigasi. “Masing-masing daerah perlu menyiapkan posko-posko siaga untuk mengantisipasi curah hujan tinggi yang berpotensi menyebabkan genangan atau banjir,” tegasnya.
BPBD Sulsel berharap masyarakat tetap waspada dan aktif berkoordinasi dengan aparat setempat. Kewaspadaan dini dinilai menjadi kunci dalam meminimalisir risiko bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu saat musim hujan berlangsung. (ant/KS)




