MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan meluncurkan Gerakan Serbu Pasar dan Business Matching sebagai langkah inovatif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Program ini diharapkan menjadi penggerak utama dalam memperkuat rantai distribusi dan membuka akses pasar bagi komoditas unggulan Sulsel.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Jufri Rahman, mengatakan bahwa Sulsel memiliki kekayaan komoditas potensial dari sektor pertanian, perikanan, peternakan, hingga UMKM yang perlu terus didorong agar mampu menembus pasar domestik dan ekspor.
“Gerakan Serbu Pasar harus menjadi motor penggerak ekonomi lokal, membuka rantai distribusi baru, dan memperkuat posisi produk unggulan kita di pasar nasional maupun internasional,” ujarnya, Kamis (16/10/2025).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Sulsel pada triwulan II tahun 2025 mencapai Rp188,37 triliun (harga berlaku) dan Rp104,51 triliun (harga konstan 2010). Secara kumulatif, ekonomi Sulsel tumbuh 5,32 persen (c-to-c) dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tertinggi tercatat pada lapangan usaha jasa lainnya sebesar 11,69 persen, sementara ekspor barang dan jasa meningkat 10,34 persen.
Sementara itu, data Bulog Kanwil Sulsel dan Sulbar menunjukkan ekspor barang ke luar negeri yang berasal dari Sulsel naik 2,21 persen, dan stok pangan keluar daerah meningkat 3,17 persen dibanding tahun sebelumnya.
Menurut Jufri, tantangan utama pelaku usaha lokal saat ini adalah keterbatasan akses pasar dan rantai distribusi yang belum efisien. Karena itu, gerakan ini diharapkan tidak sekadar menjadi simbol kebangkitan ekonomi, tetapi juga langkah konkret dan berkelanjutan.
“Kami ingin agar gerakan ini menjadi gerakan nyata yang berkelanjutan. Kolaborasi lintas sektor akan mempercepat penyerapan produk lokal dan memperkuat rantai pasok. Mari kita pastikan produk unggulan Sulsel mampu bersaing di pasar nasional bahkan global,” katanya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel, Ahmadi Akil, menambahkan bahwa Gerakan Serbu Pasar merupakan bentuk solusi konkret bagi pelaku usaha kecil untuk memperluas pasar.
“Gerakan Serbu Pasar ini menjadi langkah nyata untuk memperkuat posisi produsen lokal agar menembus pasar yang lebih luas,” ujar Ahmadi.
Dalam kegiatan Business Matching yang digelar bersamaan, para produsen dipertemukan dengan distributor, eksportir, investor, dan lembaga keuangan guna membuka peluang kerja sama konkret dan memperkuat rantai pasok komoditas unggulan daerah.
Gerakan Serbu Pasar diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan, memperkuat posisi UMKM, serta menciptakan kemitraan strategis berorientasi pada pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Program ini juga diyakini akan memperkuat kemandirian ekonomi daerah dan meningkatkan daya saing antarwilayah di kawasan Indonesia Timur. (ant/KS)




