MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memprioritaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama pada sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Jufri Rahman, menjelaskan bahwa arah kebijakan anggaran tersebut selaras dengan visi pembangunan daerah yang menempatkan kesejahteraan rakyat sebagai fokus utama.
“Belanja daerah tahun 2026 diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar rakyat, terutama sektor kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur,” ujar Jufri dalam keterangannya di Makassar, Selasa (14/10/2025).
Ia menyebutkan bahwa pembangunan infrastruktur pada sektor pendidikan, kesehatan, jalan, dan irigasi tetap menjadi prioritas utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sulsel 2025–2029. Prioritas ini tercermin dari besarnya alokasi anggaran untuk berbagai program strategis daerah.
Beberapa program yang menjadi fokus Pemprov Sulsel antara lain pembangunan Rumah Sakit Regional, preservasi ruas jalan provinsi, revitalisasi jaringan irigasi, serta penanganan stunting yang masih menjadi isu kesehatan penting di daerah.
Selain itu, pelayanan kesehatan bergerak bagi masyarakat di wilayah 3T (Tertinggal, Terluar, dan Terdepan) juga menjadi perhatian khusus, disertai dengan program rehabilitasi dan revitalisasi gedung sekolah serta pemberian beasiswa bagi siswa berprestasi dan kurang mampu.
Menurut Jufri, pembangunan infrastruktur merupakan pilar penting dalam meningkatkan pelayanan publik, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta memperlancar mobilitas distribusi barang dan jasa. Langkah ini juga diharapkan mendukung swasembada pangan nasional dan memberikan manfaat langsung bagi seluruh lapisan masyarakat.
Hal itu disampaikan Jufri saat mewakili Gubernur Sulawesi Selatan dalam rapat paripurna pembacaan Jawaban Gubernur atas Pemandangan Umum Fraksi terhadap Nota Keuangan APBD 2026.
Ia menegaskan, komitmen Pemerintah Provinsi Sulsel akan terus sejalan dengan visi “Sulawesi Selatan Maju dan Berkarakter”, yang diimplementasikan secara terukur dan selaras dengan Program AstaCita Presiden Prabowo Subianto.
“Pemerintah Provinsi tetap berkomitmen menjadikan kesejahteraan masyarakat sebagai orientasi utama dalam perencanaan dan penganggaran,” tutup Jufri. (ant/as)




