MAKASSAR – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar memperkirakan musim hujan akan mulai masuk pada medio Oktober 2025, tepatnya sekitar tanggal 20 Oktober ke atas, di wilayah Kota Makassar dan sekitarnya.
Staf Prakirawan BMKG IV Makassar Farid M mengatakan, perubahan suhu yang kini terasa panas merupakan bagian dari masa transisi antara musim kemarau dan musim hujan. “Diperkirakan wilayah Makassar sekitar tanggal 20 Oktober ke atas akan masuk musim hujan, dan cuaca tidak akan terlalu panas lagi,” ujarnya, Senin (6/10/2025).
Ia menjelaskan, meski beberapa wilayah telah diguyur hujan ringan dalam beberapa hari terakhir, namun secara klimatologis Makassar belum sepenuhnya memasuki musim hujan. “Saat ini panasnya masih terasa karena wilayah Makassar masih dalam masa peralihan. Hujan yang turun baru bersifat lokal dan belum menjadi tanda awal musim hujan,” kata Farid.
Menurutnya, musim hujan diperkirakan akan berlangsung beberapa bulan ke depan mengikuti siklus tahunan yang biasa terjadi di Sulawesi Selatan. BMKG juga telah mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk beberapa wilayah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, termasuk Kota Makassar, Maros, Gowa, dan Takalar.
Sementara itu, dari informasi lapangan, angin puting beliung dilaporkan melanda Dusun Lingku Loe, Desa Bonto Ramba, Kabupaten Gowa, pada Senin sore. Berdasarkan data sementara, 18 keluarga terdampak akibat kejadian tersebut. Sejumlah atap rumah warga dilaporkan rusak dan terbawa angin kencang.
Untuk prakiraan cuaca pada Selasa, 7 Oktober 2025, BMKG memperkirakan cuaca berawan di pagi hari pada 24 kabupaten/kota di Sulsel. Siang hingga sore, hujan ringan berpotensi terjadi di Barru, Bone, Enrekang, Gowa, Luwu, Luwu Utara, Maros, Pangkep, Soppeng, dan Toraja Utara, sementara malam hari berpotensi hujan di Luwu Timur.
Suhu udara di wilayah Sulsel diperkirakan berkisar antara 19–35 derajat Celcius, dengan kelembapan udara 58–100 persen dan kecepatan angin 10–30 kilometer per jam dari arah barat laut ke timur laut. BMKG menyatakan, tidak ada peringatan dini khusus untuk wilayah Sulsel pada periode tersebut. (ant/KS)




