MAKASSAR, KORANSULSEL – Pemerintah Kota Makassar menggandeng TNI-Polri dan masyarakat dalam program Gerakan Bersih Kanal guna mengantisipasi banjir di musim hujan. Langkah ini difokuskan pada pembersihan kanal dan pengelolaan sampah berbasis rumah tangga untuk mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA).
“Kebersihan kanal adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah. Selain dibersihkan, kesadaran untuk tidak membuang sampah ke kanal jauh lebih penting,” tegas Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Selasa (12/8).
Pemkot menargetkan pemilahan sampah dimulai dari rumah tangga hingga tingkat RT/RW. Saat ini, TPA Makassar menerima hingga 200 ton sampah per hari. Program ini juga dilengkapi dengan pemberian reward bagi warga yang aktif membersihkan saluran primer, sekunder, dan tersier di lingkungan mereka.
Di lokasi pembersihan, satgas kebersihan dibantu TNI-Polri mengangkat tumpukan sampah dan sedimentasi dari dasar dan tepi kanal. Munafri, yang akrab disapa Appi, menegaskan pembersihan kanal dan normalisasi drainase harus menjadi rutinitas harian, terutama menjelang musim hujan.
“Genangan bukan hanya karena hujan deras, tapi juga karena saluran air tersumbat sampah. Karena itu, saya imbau masyarakat tidak membuang sampah ke drainase atau kanal,” ujarnya.
Pemkot berharap keterlibatan semua pihak membuat kanal tetap bersih, lingkungan sehat, dan Makassar bebas dari genangan. (ant/KS)




