Gubernur Sulsel Kucurkan Rp10,5 Miliar untuk Infrastruktur dan Penanganan Stunting di Maros

MAKASSAR, KORANSULSEL – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) menyalurkan bantuan keuangan sebesar Rp10,5 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Maros. Dana ini ditujukan untuk mendukung pembangunan infrastruktur dan penanganan masalah kesehatan masyarakat.

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, bantuan tersebut mencakup beberapa program prioritas di Kabupaten Maros, antara lain pembangunan jembatan, perbaikan fasilitas olahraga, penanganan stunting, hingga pembebasan lahan untuk mendukung proyek jembatan kembar di Kecamatan Turikale.

“Bantuan sebesar Rp10,5 miliar ke Kabupaten Maros ini, selain untuk pembangunan infrastruktur, juga untuk penanganan stunting serta pembebasan lahan guna mendukung duplikasi Jembatan Maros di Turikale, yang selama ini menjadi titik kemacetan arus lalu lintas dari Maros ke Makassar,” ujar Andi Sudirman dalam keterangannya di Makassar, Rabu (6/8/2025).

Ia juga menambahkan bahwa sebagian dari dana tersebut akan digunakan untuk perbaikan Lapangan GollaE, serta mendukung program Gerakan Tuntaskan Stunting (Gertas) di Kecamatan Mandai, yang menargetkan penanganan terhadap sekitar 1.500 anak.

Bupati Maros Chaidir Syam menyampaikan apresiasinya atas dukungan nyata dari Pemprov Sulsel, terutama terkait proyek jembatan kembar di kawasan Pasar Sentral yang dinilai sangat penting untuk mengurai kemacetan.

“Wilayah Pasar Sentral adalah titik kemacetan karena padatnya lalu lintas. Pembangunan jembatan kembar ini sangat dibutuhkan untuk memperlancar mobilitas warga dan distribusi barang,” kata Chaidir.

Ia juga menyoroti pentingnya revitalisasi Lapangan GollaE yang selama ini rawan tergenang saat hujan, meski memiliki peran strategis sebagai pusat kegiatan olahraga dan pembinaan generasi muda.

“Pak Gubernur sebelumnya meninjau langsung lapangan ini dan berkomitmen membantu. Selain itu, tahun ini Pemkab Maros juga menerima bantuan dari Pemprov Sulsel untuk pembinaan usaha menengah kecil (UMK) dengan nominal antara Rp100 juta hingga Rp200 juta,” tambah Chaidir.

READ  Sekda Sulsel dan Pendiri Rimba Bitti Bahas Kelangkaan Kayu Bitti

Bantuan ini menjadi bagian dari komitmen Pemprov Sulsel dalam mendukung pemerataan pembangunan di kabupaten/kota, khususnya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di daerah-daerah strategis. (ant/KS)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img

BERITA POPULER