MAKASSAR, KORANSULSEL — Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat layanan transportasi gratis bagi pelajar SD dan SMP dengan menghadirkan armada baru bus sekolah. Program ini diharapkan mampu memastikan anak-anak bersekolah dengan aman, nyaman, dan tanpa biaya transportasi tambahan.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengatakan bahwa saat ini sudah ada lima unit bus sekolah gratis yang beroperasi di berbagai rute. Namun jumlah tersebut dinilai belum mencukupi, terutama untuk menjangkau wilayah pinggiran yang belum memiliki akses angkutan umum.
“Saat ini sudah beroperasi lima unit dan rencananya kita akan tambah lagi agar lebih maksimal. Kami harap semua bisa merata dan melayani anak-anak sekolah kita,” ujar Munafri, Kamis (24/7).
Menurutnya, penambahan armada bus sekolah merupakan bentuk komitmen Pemkot Makassar dalam memberikan dukungan terhadap dunia pendidikan. “Bus sekolah tetap beroperasi dan akan kita tambah jumlahnya. Hanya saja saat ini, prioritas kami adalah menambah armada angkutan umum. Tujuannya untuk memperluas rute layanan bus sekolah,” terangnya.
Selain menambah jumlah unit, Pemkot Makassar juga tengah mengkaji sistem pengadaan kendaraan operasional melalui skema penyewaan (leasing) dibandingkan pembelian. Skema ini dinilai lebih efisien dari segi anggaran dan pemeliharaan.
“Kalau kita pakai sistem sewa, penyedia kendaraan bertanggung jawab atas kondisi dan perawatan. Bahkan jika terjadi kerusakan atau kecelakaan kecil, unit bisa segera diganti. Ini sedang kami hitung untung-ruginya,” jelasnya.
Appi, sapaan akrab Wali Kota Makassar, menegaskan bahwa keberadaan bus sekolah gratis dapat mengurangi beban biaya transportasi harian keluarga. Ia mencontohkan, biaya transportasi anak ke sekolah bisa mencapai Rp10.000 per hari, atau sekitar Rp200.000 per bulan per anak.
“Kalau ada bus sekolah gratis yang rutin, itu bisa mengurangi beban ekonomi rumah tangga secara signifikan,” ucapnya.
Program bus sekolah gratis ini diharapkan tidak hanya mendukung akses pendidikan, tetapi juga meningkatkan keselamatan dan kedisiplinan pelajar. Dengan rencana penambahan armada ke depan, Pemkot Makassar menargetkan agar semua anak sekolah di wilayah kota, termasuk di daerah pinggiran, dapat menikmati layanan ini. (ant/KS)




