Bulog Salurkan 640 Ton Beras untuk 32 Ribu Keluarga Prasejahtera di Takalar

TAKALAR, KORANSULSEL – Sebanyak 32.604 keluarga prasejahtera di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, mulai menerima bantuan pangan berupa beras dari Perum Bulog. Penyaluran tahap awal ini ditandai dengan penyerahan simbolis oleh Pemimpin Cabang Bulog Makassar, Karmila Hasmin, bersama Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, pada Senin (21/7/2025).

Dalam kegiatan tersebut, warga menerima bantuan beras sebanyak 20 kilogram per keluarga. Total bantuan beras untuk Kabupaten Takalar yang akan disalurkan mencapai 640 ton.

“Hari ini kami mulai salurkan bantuan sebanyak 62 ton dari total pagu 640 ton. Penyaluran ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menstabilkan harga beras yang saat ini cukup tinggi di pasaran,” jelas Karmila Hasmin.

Ia menyebutkan, penyaluran bantuan periode Juni–Juli dilakukan secara bertahap hingga 31 Juli 2025. Tak hanya Takalar, Bulog Makassar juga mendistribusikan bantuan ke empat wilayah lain dalam cakupan kerjanya, yakni Gowa, Maros, Pangkep, dan Kota Makassar. Total bantuan mencapai 1.700 ton per bulan.

“Kami berterima kasih atas dukungan dari pemerintah daerah dalam penyaluran bantuan pangan ini,” tambahnya.

Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, menyampaikan apresiasinya terhadap program bantuan beras yang sangat membantu masyarakat di tengah lonjakan harga bahan pokok.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Bulog yang telah membantu pemerintah daerah melalui program bantuan pangan, khususnya beras yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat,” ujar Daeng Manye.

Ia menyampaikan, dari total 650 ton bantuan untuk Takalar, sekitar 20 persen sudah disalurkan. Sisanya akan didistribusikan ke 12 kecamatan secara bertahap, sesuai data penerima dari Kementerian Sosial.

Lebih lanjut, Bupati Takalar menyoroti pentingnya stabilisasi harga beras dalam jangka panjang. Ia berkomitmen meningkatkan frekuensi panen para petani dari satu hingga tiga kali setahun dengan dukungan program irigasi, bibit unggul, dan kemudahan akses pupuk subsidi.

READ  Tradisi Maudu Lompoa Jaga Netralitas di Tahun Poltik

“Kami sedang berupaya memperbaiki saluran irigasi, meningkatkan kualitas bibit, serta memastikan pupuk subsidi tersedia dan bisa ditebus oleh petani. Ini semua untuk meningkatkan produktivitas pertanian kita,” tutupnya. (ant/KS)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img

BERITA POPULER