Jumat, Maret 1, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

8.000 Hektare Sawah di Wajo Terancam Puso

MAKASSAR, KORAN SULSEL – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel), Syamsul Bahri, mengatakan sebanyak 8.000 hektare sawah terancam puso di Kabupaten Wajo, akibat terdampak fenomena El Nino.

“Guna mengantisipasi puso, sudah dilakukan pengerukan kanal untuk kebutuhan air. Selain itu kami sudah melakukan survei tanaman yang bisa diselamatkan pakai mesin bor,” ungkap Syamsul di Wajo, Senin, pada rapat koordinasi (Rakor) di Posko Terpadu Kantor BPBD Kabupaten Wajo.

Sementara pada masalah air bersih, Syamsul mengatakan sudah mendistribusikan 186.000 liter ke 1.284 rumah warga. “Ini akan terus kami lakukan, upaya maksimal,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Wajo Amran Mahmud meminta jajarannya untuk bergerak cepat dalam membantu masyarakat yang terdampak kekeringan serta turun langsung ke lapangan dan tidak menunggu untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan, terutama pada sektor pertanian.

Pasalnya, kata dia, pertanian menjadi sektor penggerak ekonomi di Kabupaten Wajo.

“Selamatkan yang masih bisa diselamatkan. Bila perlu perkuat link-link di masyarakat supaya informasi cepat dan bisa dilakukan tindakan secepatnya,” ujar Bupati Amran Mahmud.

Ia juga mengungkapkan bahwa telah menyiapkan anggaran penanganan bencana kekeringan ini melalui Dana Belanja Tidak Terduga (BTT).

Sementara pada tanaman yang sudah terlanjur puso, kata dia, bisa dibantu menggunakan dana inflasi. “Jadi ayo percepat gerak dibandingkan administrasi karena ini dalam keadaan darurat,” ujarnya.

Selain itu Bupati Amran Mahmud juga meminta untuk memperhatikan tanaman murbei bantuan gubernur dan air bersih untuk para pondok tahfiz.

“Situasi saat ini dibutuhkan keberadaan pemerintah oleh masyarakat. Jadi mari bahu-membahu membantu masyarakat,” ucapnya. (ant/KS)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular