Kemlu Kawal Hasil IGS 2026, Delapan Negara Siap Tindak Lanjuti Peluang Investasi Makassar

MAKASSAR – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan tidak akan berhenti pada penyelenggaraan Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) ke-6 di Makassar. Seluruh peluang kerja sama yang muncul selama forum internasional tersebut akan terus dikawal hingga tahap realisasi investasi.

Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu RI Heru Hartanto Subolo mengatakan hasil pertemuan dengan 28 delegasi negara sahabat akan ditindaklanjuti melalui komunikasi intensif dengan perwakilan asing di Indonesia maupun luar negeri.

“Kemenlu menindaklanjuti serta mengawal hasil dari acara ini melalui komunikasi intens dengan perwakilan mereka di Jakarta dan juga dengan 131 perwakilan yang ada di Indonesia dan luar negeri,” ujarnya.

Menurut Heru, IGS ke-6 tidak hanya menjadi ajang promosi budaya dan kuliner Indonesia, tetapi juga membuka peluang kerja sama di berbagai sektor strategis, seperti perdagangan, pariwisata, industri kreatif, komoditas kelautan, hingga investasi.

“Jadi, kita tidak berhenti tetapi kita akan kawal terus. Kesuksesan di Makassar adalah kesuksesan di Sulawesi Selatan dan kesuksesan Indonesia. Ini memberikan hal yang luar biasa bagi mitra asing untuk melihat potensi Makassar dan menindaklanjutinya,” katanya.

Ia menegaskan diplomasi saat ini tidak lagi berhenti pada perundingan, melainkan harus menghasilkan tindak lanjut nyata yang memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat.

Heru juga mengapresiasi Pemerintah Kota Makassar beserta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan IGS 2026. Menurutnya, Makassar memiliki modal besar untuk memperkuat peran sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Kawasan Timur Indonesia.

Posisi strategis Sulawesi Selatan, kekuatan sektor maritim, pertanian, pangan, pariwisata, serta infrastruktur yang terus berkembang menjadi daya tarik tersendiri bagi negara-negara mitra.

“Gastro Diplomasi Series ini adalah salah satu alat untuk menjembatani hubungan antara pihak luar dengan pemerintah daerah. Ini salah satu tools untuk soft power diplomacy,” ujarnya.

READ  PLN Maros Usulkan Pembangunan Jaringan Listrik untuk Dusun Mangngai Dalam

Ia menambahkan, kuliner menjadi bahasa universal yang mampu mempererat hubungan antarbangsa sekaligus menjadi pintu masuk promosi pariwisata, perdagangan, investasi, hingga pendidikan.

Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengungkapkan para duta besar peserta IGS telah melihat langsung berbagai potensi investasi di wilayah utara maupun selatan Kota Makassar.

Menurutnya, beberapa negara telah menunjukkan minat serius untuk menindaklanjuti peluang kerja sama tersebut.

“Ada minat dari beberapa negara, kita lanjutkan dengan forum bisnis secara detail di utara kota untuk memastikannya. Sudah ada delapan negara yang bertemu langsung dan kita tindaklanjuti secepatnya, termasuk pengelolaan Pulau Lanjukang serta potensi wisata yang kita miliki,” kata Munafri. (ant/MK)

Editor: Agus S.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img

BERITA POPULER