MAKASSAR – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar mencatat sebanyak 75 rumah dan bangunan terbakar sepanjang Januari hingga pertengahan Juni 2026. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan karena sebagian besar kejadian diduga dipicu masalah kelistrikan.
Kepala Bagian Operasi Damkarmat Makassar, Cakrawala, mengatakan berdasarkan data yang dihimpun, terdapat 86 peristiwa kebakaran yang terjadi sejak awal tahun hingga 18 Juni 2026.
“Kejadian kebakaran ini sebagian besar diduga akibat kelalaian penggunaan perangkat elektronik yang berhubungan dengan listrik, termasuk instalasi listrik yang tidak laik atau tidak sesuai standar,” ujarnya, Minggu (21/6).
Dari total 86 kejadian tersebut, sebanyak 75 unit rumah, bangunan, dan gudang dilalap api. Selain itu, kebakaran juga menghanguskan 24 unit kendaraan, delapan toko maupun kafe, tiga bangunan sekolah, serta satu hotel atau asrama.
Data Damkarmat menunjukkan Februari menjadi bulan dengan jumlah kebakaran rumah tertinggi, yakni mencapai 16 kasus. Sementara kebakaran alang-alang dan sampah tercatat sebanyak 27 kejadian.
Dalam lima tahun terakhir, jumlah kebakaran tertinggi terjadi pada 2023 dengan 393 kejadian. Kemudian tahun 2024 sebanyak 303 kejadian, tahun 2025 sebanyak 258 kejadian, tahun 2022 sebanyak 151 kejadian, dan tahun 2021 tercatat 138 kejadian.
Cakrawala mengimbau masyarakat lebih berhati-hati dalam menggunakan perangkat elektronik, instalasi listrik, maupun kompor untuk mengurangi risiko kebakaran.
“Potensi kebakaran selalu ada di sekitar kita. Karena itu mari lebih peka dan peduli demi keselamatan bersama. Bila menemukan peristiwa kebakaran segera dilaporkan,” katanya.
Damkarmat Makassar juga mengingatkan masyarakat untuk segera menghubungi layanan darurat di nomor 0811410113 atau melalui aplikasi Lontara+ milik Pemerintah Kota Makassar apabila terjadi kebakaran maupun kondisi darurat lainnya.
Sebelumnya, kebakaran besar terjadi di Kompleks Pergudangan Parangloe, Kawasan Industri Makassar (KIMA), Kecamatan Tamalanrea, Jumat (19/6). Api menghanguskan gudang milik PT Citra Aroma Indo yang menyimpan sekitar enam ton minyak nilam siap ekspor.
Penanggung jawab gudang, Muhammad Agus Sulistiyono Zainal, mengatakan kebakaran tersebut menyebabkan kerugian diperkirakan lebih dari Rp7 miliar. Selain minyak nilam, tiga sepeda motor, satu mobil, sejumlah perangkat elektronik, ponsel, dan laptop juga ikut terbakar.
“Diperkirakan kerugian sekitar Rp7 miliar lebih karena ada enam ton minyak yang akan diekspor ke luar negeri,” ujarnya.
Dua karyawati dilaporkan mengalami luka akibat percikan api saat berusaha memadamkan kebakaran menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik di ruang resepsionis.
Dalam penanganan kejadian tersebut, Damkarmat Makassar mengerahkan 28 unit armada dan sekitar 100 personel. Api baru berhasil dikendalikan setelah proses pemadaman berlangsung selama hampir tiga jam.
Kasus kebakaran gudang tersebut kini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian untuk memastikan penyebab pastinya. (ant/MK)
Editor: Agus S




