Polisi Buru Pelaku Penyekapan Wanita Asal Kaltara di Makassar

MAKASSAR – Tim Satuan Reskrim Polsek Tamalate memburu terduga pelaku penyekapan terhadap seorang wanita berinisial MA (21), asal Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), yang diduga disekap selama tiga hari di sebuah rumah kontrakan di Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Makassar.

Kepala Unit Reskrim Polsek Tamalate Iptu Abdul Latief mengatakan terduga pelaku diketahui berinisial FR (30). Selama disekap, korban juga diduga mengalami kekerasan seksual.

“Terduga pelaku adalah pria inisial FR (30) dan selama disekap, MA diduga jadi korban kekerasan seksual,” ujarnya di Makassar, Jumat (15/5).

Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan dan memburu keberadaan pelaku yang telah melarikan diri.

Peristiwa itu bermula saat korban mendapatkan tawaran pekerjaan sebagai perawat bayi melalui media sosial Facebook. Setelah lamarannya diterima, korban diminta datang ke Kota Makassar untuk menjalani wawancara kerja di rumah kontrakan pelaku di kawasan Jalan Metro Tanjung Bunga.

Korban tiba di Makassar pada Jumat (8/5) dan langsung menuju alamat yang diberikan pelaku. Namun sesampainya di lokasi, korban mulai merasa curiga karena rumah tersebut terlihat kosong.

Meski demikian, pelaku terus membujuk korban untuk tetap tinggal dengan alasan akan dilakukan wawancara kerja dan korban diminta menginap karena dianggap kelelahan setelah perjalanan jauh.

Kecurigaan korban kemudian terbukti setelah pelaku mulai menunjukkan gelagat tidak baik hingga diduga melakukan kekerasan seksual. Selain itu, korban disebut tidak bisa keluar karena pintu rumah selalu dikunci oleh pelaku.

Penyekapan itu berlangsung sejak Jumat (8/5) hingga Minggu (10/5).

Korban akhirnya berhasil diselamatkan setelah pemilik rumah kontrakan datang memeriksa rumah tersebut karena masa sewanya telah habis. Saat pintu diketuk, korban ditemukan dalam kondisi lemas dengan tangan terikat.

READ  Wagub Sulsel Apresiasi Program Talenta Digital Tanpa Dana APBD

“Korban bisa keluar setelah pemilik rumah datang memeriksa rumahnya. Saat itu pintu diketuk dan muncul korban, sementara pelaku sudah melarikan diri,” kata Abdul Latief.

Warga kemudian membantu melepaskan ikatan di tangan korban dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tamalate. Video penemuan korban sempat viral di media sosial.

Saat ini korban yang diketahui berstatus mahasiswi telah mendapatkan pendampingan dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Makassar.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang turut menjenguk korban di Makassar. Ia meminta aparat kepolisian segera menangkap pelaku dan mengusut tuntas kasus tersebut.

“Kami mohon bapak Kapolda Sulawesi Selatan betul-betul fokus menindaklanjuti kasus ini sampai tuntas,” ujarnya.

Menurut Zainal, korban mengalami trauma mendalam sehingga membutuhkan pendampingan psikologis untuk pemulihan kondisi mental pascakejadian tersebut. (ant/MK)

Editor: Agus S

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img

BERITA POPULER