Polisi Selidiki Motif Penyerangan Bom Molotov di Kampus UNM

MAKASSAR – Kepolisian Resor Rappocini masih menyelidiki kasus dugaan penyerangan menggunakan bom molotov yang dilakukan oleh orang tidak dikenal (OTK) terhadap dua mahasiswa di area pintu gerbang Kampus Universitas Negeri Makassar (UNM), Sulawesi Selatan.

Kapolsek Rappocini Komisaris Polisi (Kompol) Ismail mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pengembangan untuk mengungkap pelaku serta motif penyerangan tersebut.

“Masih lidik. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa kami ungkap. Saat ini kami masih melakukan pengembangan,” ujarnya di Makassar, Kamis (12/3).

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (11/3) sekitar pukul 03.22 WITA dini hari. Dua mahasiswa menjadi korban dalam insiden itu setelah bom molotov yang dilemparkan pelaku meledak dan menimbulkan percikan api.

Kedua korban masing-masing berinisial MN (21) dan satu mahasiswa lainnya berusia 21 tahun. Keduanya mengalami luka akibat percikan api dan saat ini telah mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.

Menurut keterangan polisi, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan berbagai bukti, termasuk rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian.

“Penyidik juga sudah memeriksa beberapa saksi dari kejadian itu dan mengumpulkan bukti-bukti termasuk rekaman CCTV di sekitar lokasi,” kata Ismail.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedua mahasiswa tersebut hendak membeli sesuatu di warung. Saat keluar dari pintu gerbang kampus, mereka berpapasan dengan sejumlah OTK yang mengendarai sepeda motor dan masuk ke area kampus.

Diduga para pelaku sudah merencanakan penyerangan tersebut. Sebagian pelaku diduga menunggu di luar kampus di Jalan Andi Pangeran Pettarani, sementara lainnya masuk ke dalam area kampus sebelum melakukan serangan.

Rekaman CCTV yang beredar menunjukkan para pelaku mengendarai motor lalu melempar bom molotov ke arah korban yang hendak keluar dari gerbang kampus sebelum melarikan diri.

READ  Unhas Raih Akreditasi Internasional ASIIN untuk Dua Program Studi Kedokteran Gigi

Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa UNM Abdul Fathur Syam membenarkan peristiwa penyerangan tersebut dan menyebut dua mahasiswa mengalami luka akibat insiden itu.

“Penyerangan bom molotov itu terjadi pada jam 03.22 WITA dan terekam kamera CCTV dengan jelas di depan gerbang kampus,” ujarnya.

Ia menegaskan pihak mahasiswa tidak mengetahui motif penyerangan tersebut karena korban maupun organisasi kemahasiswaan Sintalaras tidak memiliki konflik dengan kelompok lain.

“Tidak ada musuh. Kami juga tidak ada masalah dengan organisasi mana pun. Atas kejadian ini, kami dari mahasiswa UNM mendesak kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus ini dalam waktu sesingkat-singkatnya,” katanya.

Sebelumnya, Kampus UNM di Jalan Andi Pangeran Pettarani juga sempat diserang ratusan pengemudi ojek online (ojol) pada Kamis (5/3) malam.

Insiden tersebut dipicu dugaan pemukulan terhadap seorang pengemudi ojol yang terhalang akses jalan saat mahasiswa melakukan aksi pemblokiran jalan dalam demonstrasi menuntut reformasi Polri.

Akibat kejadian itu sejumlah fasilitas kampus mengalami kerusakan. Aparat kepolisian dari Sabhara Polrestabes Makassar bersama Kapolres kemudian turun ke lokasi untuk meredam situasi.

Hingga kini pihak civitas akademika UNM belum mengeluarkan keterangan resmi terkait rangkaian peristiwa yang terjadi di lingkungan kampus tersebut. (ant/KS)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img

BERITA POPULER