Produksi Gabah Sidrap Melonjak 24 Persen, Bulog Beri Apresiasi

SIDRAP – Perum Bulog mengapresiasi lonjakan signifikan produksi gabah di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, yang dinilai berkontribusi besar terhadap ketahanan pangan nasional.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Andi Afdal, menyebut Sidrap sebagai salah satu daerah strategis yang mampu menopang kebutuhan pangan tidak hanya untuk masyarakat lokal, tetapi juga secara nasional.

“Tidak banyak daerah di Indonesia yang mampu menghasilkan pangan. Sidrap bukan hanya memberi pangan kepada masyarakatnya, tetapi juga untuk seluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya di Sidrap, Sabtu (1/3/2026).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi gabah kering panen (GKP) di Sidrap pada 2025 meningkat 129.464 ton atau sekitar 24,23 persen dibandingkan 2024. Pada 2024, produksi GKP tercatat 434.355 ton, sedangkan pada 2025 naik menjadi 663.819 ton.

Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, mengungkapkan lonjakan produksi tersebut berdampak langsung pada peningkatan nilai ekonomi sektor pertanian. Pada 2024, dengan harga Rp4.800 per kilogram, total nilai produksi mencapai Rp2,56 triliun.

Sementara pada 2025, dengan harga Rp6.800 per kilogram, nilai produksi melonjak menjadi Rp4,51 triliun atau meningkat sekitar Rp1,94 triliun.

“Kenaikan produksi ini akan terus kami dorong. Tahun ini kami targetkan produksi bisa mencapai 800 ribu ton hingga satu juta ton, disesuaikan dengan tiga kali masa panen dalam setahun,” kata Syaharuddin.

Selain sektor gabah, Pemerintah Kabupaten Sidrap juga berkomitmen memperkuat posisi sebagai sentra telur ayam di Sulawesi Selatan. Data BPS 2025 mencatat terdapat 557 rumah tangga produksi telur ayam di daerah tersebut.

Pada November 2025, Pemkab Sidrap bahkan melepas puluhan truk pengangkut telur ayam ke berbagai daerah untuk mendukung kebutuhan protein dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

READ  Makassar Raih Penghargaan Tanda Cinta PAI Terbaik II dari Kemenag RI

Syaharuddin juga menyampaikan apresiasi kepada Perum Bulog atas dukungan dalam menyerap gabah petani sesuai ketentuan harga yang berlaku.

Pemerintah daerah memastikan capaian di sektor pertanian dan ketahanan pangan akan terus ditingkatkan melalui penguatan produksi, stabilisasi harga, serta dukungan distribusi yang berkelanjutan. (ant/KS)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img

BERITA POPULER