MAKASSAR — Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga) Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka mengapresiasi inovasi lokal yang dikembangkan di Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Salah satu program yang mendapat perhatian khusus adalah Program Simfoni (Single Parents Membangun Potensi Anak Indonesia) yang menyasar pemberdayaan orang tua tunggal.
Isyana menyebut, praktik-praktik baik yang tumbuh dari daerah berpeluang untuk didokumentasikan dan direplikasi di wilayah lain, apabila terbukti memberikan dampak nyata bagi penguatan keluarga.
“Program dengan praktik-praktik baik yang berkembang di daerah, seperti Simfoni di Kampung KB Kecamatan Manggala, akan didokumentasikan dan berpeluang direplikasi di wilayah lain,” ujar Isyana saat kunjungan ke Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat.
Menurutnya, Kampung KB Manggala dapat menjadi contoh konkret bagaimana pendekatan berbasis komunitas mampu menjawab tantangan kependudukan yang beragam di tiap daerah.
“Setiap daerah memiliki tantangan kependudukan yang berbeda. Jika programnya baik dan berdampak, tentu akan kami dorong untuk menjadi contoh bagi daerah-daerah lain,” katanya.
Isyana menegaskan, penguatan keluarga merupakan bagian penting dari Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto, yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang dimulai dari unit terkecil, yaitu keluarga.
“Kampung KB adalah wujud kehadiran negara dalam meningkatkan kualitas SDM. Salah satu visi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam Asta Cita adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan itu semua harus dimulai dari keluarga,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar Melinda Aksa menyambut baik perhatian pemerintah pusat terhadap program-program yang berfokus pada ketahanan keluarga. Ia menilai kunjungan Wamendukbangga sekaligus Wakil Kepala BKKBN menjadi penguat kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah.
“Sebagai Ketua TP PKK, saya sangat senang atas kunjungan ini karena banyak program yang sejalan dengan kerja-kerja PKK, terutama yang menyentuh langsung ketahanan keluarga,” ujar Melinda.
Ia menegaskan, TP PKK Kota Makassar siap memperkuat kolaborasi agar berbagai program pembangunan keluarga benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Ke depan, Melinda menyebut pencegahan stunting masih menjadi salah satu fokus utama TP PKK Kota Makassar. Rendahnya edukasi keluarga serta keterbatasan ekonomi dinilai masih menjadi faktor penyebab terjadinya stunting di masyarakat.
“Stunting salah satunya terjadi karena kurangnya edukasi dan kondisi ekonomi yang rendah. Karena itu PKK terus menyuarakan pentingnya pencegahan sejak dini, baik kepada orang tua maupun calon orang tua,” tuturnya.
Melinda menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan secara konsisten, mulai dari sosialisasi, penyediaan rumah gizi, penyaluran bantuan makanan bagi anak stunting, hingga penyuluhan langsung kepada keluarga. Menurutnya, penguatan edukasi sejak dini harus terus dilakukan agar upaya pencegahan stunting berjalan berkelanjutan. (ant/KS)




