Korban Keempat Kecelakaan ATR IAT Tiba di Posko DVI Polda Sulsel

MAKASSAR – Tim SAR gabungan kembali menyerahkan satu jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) ke Posko DVI Biddokes Polda Sulawesi Selatan, Kamis (22/1/2026) malam. Jenazah tersebut merupakan korban keempat yang berhasil dievakuasi dari lokasi jatuhnya pesawat di kawasan pegunungan Bulusaraung.

Jenazah tiba di area belakang gedung Dokpol Polda Sulsel sekitar pukul 22.45 WITA dalam kantong jenazah berwarna putih. Puluhan personel gabungan TNI dan Polri mengangkat jenazah dari ambulans menuju ruang pemeriksaan post mortem untuk proses identifikasi lanjutan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, kantong jenazah telah diberi label post mortem dengan nomor PM.63.B.04. Pemberian nomor tersebut dilakukan untuk memastikan identitas jenazah tidak tertukar dengan korban lain yang sebelumnya sudah lebih dulu tiba di Posko DVI.

Direktur Operasi Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, mengatakan jenazah tersebut telah resmi diserahkan kepada tim DVI untuk dilakukan identifikasi oleh Biddokkes Polda Sulsel.

“Jenazah korban keempat sudah kami serahkan kepada Kabiddokkes. Untuk identitas dan hasil pemeriksaan lebih lanjut menjadi kewenangan Biddokkes,” ujar Yudhi Bramantyo di Posko DVI.

Ia menjelaskan, pihaknya belum dapat memastikan jenis kelamin korban maupun kondisi detail jenazah, apakah benar-benar utuh atau tidak. Seluruh informasi medis dan identifikasi akan disampaikan secara resmi oleh tim Biddokkes.

“Soal jenis kelamin dan kondisi jenazah, kami belum bisa menyimpulkan. Nanti akan disampaikan langsung oleh Biddokkes setelah proses pemeriksaan,” katanya.

Menurut laporan tim SAR di lapangan, jenazah tersebut ditemukan di dalam jurang dengan kedalaman sekitar 300 meter dari puncak gunung. Korban berada di bawah bagian ekor pesawat yang tersangkut di pepohonan.

READ  Pemkot Makassar Siapkan 8.000 CCTV Dukung Operasi Mantap Brata

“Korban ditemukan di bawah plane tail atau ekor pesawat. Malam ini satu jenazah kami serahkan ke DVI. Mudah-mudahan besok siang bisa ditambah lima jenazah lagi. Hari ini total ditemukan enam,” ungkapnya.

Hingga saat ini, sebanyak empat jenazah telah diserahkan ke tim DVI untuk proses identifikasi. Dari jumlah tersebut, dua jenazah utuh telah diserahkan kepada pihak keluarga setelah berhasil diidentifikasi. Sementara satu korban sebelumnya ditemukan dalam kondisi body part, dan satu lainnya yang baru diserahkan diduga dalam kondisi utuh.

“Yang sudah diambil keluarga itu kondisinya utuh. Kemarin ada satu body part, dan yang ini insyaallah juga utuh. Kepastian tetap menunggu keterangan resmi dari Biddokkes,” tambahnya.

Diketahui, pesawat ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT milik Indonesia Air Transport (IAT) mengangkut total 10 orang. Pesawat dinyatakan hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026) siang dan kemudian diketahui jatuh setelah menabrak gunung di wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan. (ant/KS)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img

BERITA POPULER