MAKASSAR – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, mengumpulkan para kepala sekolah negeri dan swasta jenjang PAUD, SD, dan SMP dalam rangka membahas upaya peningkatan mutu pendidikan di daerah tersebut.
Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, dalam keterangannya di Makassar, Selasa (14/1/2026), menyampaikan bahwa pertemuan tersebut membahas sejumlah aspek penting dalam penyelenggaraan pendidikan. Fokus utama diarahkan pada penguatan kedisiplinan, pembinaan guru, pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dukungan terhadap program pemerintah daerah, serta pembenahan sarana dan prasarana sekolah.
Bupati Irwan menegaskan bahwa kedisiplinan merupakan fondasi utama dalam dunia pendidikan dan harus dimulai dari pimpinan di masing-masing satuan pendidikan. Menurutnya, kepala sekolah memiliki peran strategis sebagai teladan bagi seluruh tenaga pendidik dan peserta didik.
Selain itu, ia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap jam masuk dan jam pulang sekolah. Aturan tersebut, kata dia, harus diterapkan secara konsisten tanpa toleransi.
“Kalau sudah ditetapkan jam masuk dan pulang, itu yang harus dijalankan. Kepala sekolah harus menjadi contoh,” ujar Irwan.
Dalam arahannya, Bupati Irwan juga meminta agar setiap sekolah rutin melaksanakan rapat koordinasi internal. Rapat tersebut diharapkan dapat digelar minimal satu kali dalam sepekan atau dua kali dalam sebulan, dengan melibatkan seluruh unsur sekolah, mulai dari tenaga pendidik, tenaga kependidikan, hingga petugas kebersihan.
Terkait pengelolaan anggaran, Bupati Irwan menginstruksikan agar Dana BOS dimanfaatkan secara optimal dan tepat sasaran, terutama untuk mendukung peningkatan kualitas tenaga pendidik serta memenuhi kebutuhan prioritas sekolah.
Selain itu, ia juga mendorong sekolah-sekolah untuk melaksanakan berbagai program pembiasaan yang bertujuan membentuk karakter peserta didik. Program tersebut antara lain Jumat Bersih, Juara setiap hari Jumat, kegiatan zikir pada malam Jumat bagi peserta didik Muslim, serta kegiatan keagamaan bagi peserta didik dari agama lain. (ant/KS)




