MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menekankan pentingnya kolaborasi strategis antara pemerintah kota, perguruan tinggi, dan kalangan akademisi dalam memperkuat ketahanan pangan serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Makassar.
Hal tersebut disampaikan Munafri Arifuddin saat menghadiri pengukuhan tiga guru besar bidang pertanian di Universitas Bosowa, Makassar, Rabu. Menurutnya, tantangan pembangunan perkotaan ke depan tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah daerah secara sendiri-sendiri.
“Pemerintah Kota Makassar tidak dapat berjalan sendiri. Diperlukan sinergi yang kuat dengan perguruan tinggi dan para akademisi agar setiap kebijakan pembangunan berjalan berkelanjutan dan berbasis ilmu pengetahuan,” ujarnya.
Munafri juga menyampaikan harapannya agar kerja sama antara pemerintah kota dan perguruan tinggi terus diperkuat, khususnya dalam mendukung agenda swasembada pangan dan penguatan UMKM lokal.
Ia menjelaskan bahwa tantangan pembangunan perkotaan semakin kompleks, mulai dari keterbatasan ketersediaan pangan, perubahan pola konsumsi masyarakat, hingga keberlanjutan usaha UMKM di tengah dinamika ekonomi.
“Karena itu, peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi menjadi sangat vital dalam menghadirkan solusi berbasis riset dan keilmuan,” katanya.
Wali Kota Makassar menilai keahlian para profesor yang dikukuhkan memiliki keterkaitan langsung dengan program strategis Pemerintah Kota Makassar. Menurutnya, bidang keilmuan yang ditekuni para guru besar tersebut sangat relevan dengan isu ketahanan pangan, penguatan UMKM, serta pembangunan pertanian berkelanjutan.
“Ilmu para profesor ini sangat dibutuhkan masyarakat. Tiga profesor yang dikukuhkan hari ini memiliki keilmuan yang berhubungan langsung dengan program-program Pemerintah Kota Makassar,” terangnya.
Munafri mengungkapkan bahwa ketahanan pangan menjadi tantangan serius bagi Kota Makassar sebagai ibu kota provinsi yang tidak memiliki lahan pertanian luas. Dengan jumlah penduduk sekitar 1,4 juta jiwa, Makassar sangat bergantung pada daerah penyangga untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakatnya.
“Oleh karena itu, dibutuhkan alternatif dan inovasi agar pasokan pangan tetap terjaga dan tidak sepenuhnya bergantung pada daerah lain,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi pemaparan para profesor di bidang ketahanan dan tata kelola pembangunan pertanian berkelanjutan yang dinilainya memberikan gambaran konkret mengenai solusi ketahanan pangan perkotaan.
Munafri bahkan menyatakan akan mengundang para profesor terkait untuk duduk bersama pemerintah kota guna membahas implementasi program secara nyata dan terukur.
“Kita akan mendorong program seperti urban farming, vertical farming, dan berbagai inovasi lainnya agar masyarakat bisa menjaga kemandirian pangan di tingkat rumah tangga dan lingkungan perkotaan,” ucapnya.
Menurut Munafri, kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi diharapkan mampu menghasilkan kebijakan dan program yang tidak hanya solutif, tetapi juga berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat Makassar. (ant/KS)




