Pakar: Perubahan Iklim Dapat Pengaruhi Sistem Fisik Pesisir

MAKASSAR — Pakar Hidrologi Universitas Hasanuddin, Dr. Riswal Karamma, mengatakan perubahan iklim berpotensi memengaruhi sistem fisik kawasan pesisir dan pulau, terutama melalui kenaikan permukaan air laut.

“Salah satu dampaknya adalah meningkatnya permukaan air laut yang memicu abrasi akibat hempasan gelombang yang semakin tinggi, terutama pada musim hujan. Kondisi ini juga dapat memicu banjir rob,” kata Riswal di Makassar, Selasa.

Untuk mencegah atau meminimalkan dampak tersebut, Riswal menjelaskan dapat dilakukan melalui pendekatan keteknikan (engineering). Pertama, pendekatan struktur keras (hard engineering), seperti pembangunan pemecah ombak atau seawall, revetment, breakwater, groin, dan submerged reef.

“Struktur tersebut berfungsi mereduksi energi gelombang, menahan abrasi, memperbaiki stabilitas garis pantai, serta melindungi permukiman,” ujarnya.

Selain itu, pendekatan teknik lunak (soft engineering) juga dapat diterapkan, antara lain melalui beach nourishment, rehabilitasi gumuk pasir, serta pengembangan sabuk mangrove yang berfungsi meningkatkan ketahanan alami pesisir terhadap perubahan energi gelombang.

Sementara itu, pemerhati lingkungan sekaligus Direktur Eksekutif Jurnal Celebes, Mustam Arif, mengingatkan ancaman perubahan iklim terhadap wilayah kepulauan Indonesia. Ia menyebutkan Dewan Nasional Perubahan Iklim pernah memprediksi Indonesia berpotensi kehilangan hingga 115 pulau pada 2100 akibat dampak perubahan iklim.

“Ancaman paling nyata ke depan adalah kenaikan permukaan air laut di pulau-pulau dan wilayah pesisir. Di Sulsel, pulau terbanyak berada di Kabupaten Pangkep dengan sekitar 115 pulau, dan lebih dari separuhnya berpenghuni,” katanya.

Menurut Mustam, kondisi tersebut membuat masyarakat pulau di Pangkep menghadapi ancaman kehilangan daratan, rusaknya ekosistem pesisir, serta hilangnya fasilitas fisik dan sarana penghidupan.

Karena itu, ia menekankan perlunya langkah strategis dan kolaboratif antara pemerintah dan berbagai pihak untuk mengantisipasi dampak terburuk perubahan iklim.

READ  DTPH Sulbar Optimalisasi Reproduksi Sapi Pejantan Unggul

“Salah satunya dengan membangun tanggul pemecah ombak di pulau-pulau serta menggiatkan penanaman mangrove atau bakau di sepanjang pesisir dan pulau,” ujarnya. (ant/KS)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img

BERITA POPULER