MAKASSAR – Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan mempercepat pembentukan Pusat Studi Kepolisian yang ditargetkan menjadi pusat rujukan nasional untuk riset, inovasi kebijakan, dan pengembangan institusi kepolisian. Inisiatif ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat kapasitas keamanan nasional melalui kolaborasi antara akademisi dan aparat negara.
Rektor Unhas Jamaluddin Jompa menegaskan bahwa kehadiran pusat studi tersebut akan membuka ruang akademik yang lebih sistematis dalam membangun pengetahuan baru di bidang kepolisian, termasuk kajian strategis yang relevan dengan tantangan keamanan modern. Menurutnya, kerja sama Unhas–Polda Sulsel bukan sekadar kemitraan formal, tetapi bagian dari upaya memperkuat fondasi keilmuan bagi pelayanan publik dan reformasi sektor keamanan.
“Pertemuan hari ini menunjukkan bagaimana Unhas dan aparatur negara terus memperkuat bangsa melalui sinergi yang konstruktif, sekaligus sebagai implementasi nyata dari kerja sama yang telah disepakati,” ujar Prof JJ.
Ia menyampaikan bahwa pusat studi tersebut diproyeksikan menjadi rujukan nasional yang tidak hanya memproduksi kajian akademik, tetapi juga melahirkan program strategis, peningkatan kompetensi, dan pemetaan kebutuhan kebijakan kepolisian berbasis riset.
Irwasda Polda Sulsel Kombes Pol Al Afriandi menilai keberadaan Pusat Studi Kepolisian sangat penting sebagai instrumen pendukung kebijakan publik berbasis data dan riset. Ia menegaskan pembentukan pusat studi ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman antara Polda Sulsel dan Unhas.
“Kami berharap pusat studi ini dapat segera berjalan dan memberi kontribusi nyata. Terima kasih atas kolaborasi yang sudah dibangun bersama Unhas,” ujarnya.
Pusat Studi Kepolisian tersebut diproyeksikan menjadi simpul kolaborasi nasional yang menghubungkan kajian akademik dengan praktik penegakan hukum di lapangan, sekaligus memperkuat arah reformasi kepolisian berbasis ilmu pengetahuan. (ant/KS)




