MAKASSAR — Sebanyak 420 tim inovator dari 167 perguruan tinggi seluruh Indonesia bersaing menjadi yang terbaik pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-38 yang resmi dibuka di Universitas Hasanuddin (Unhas), Senin.
Ketua Panitia Pimnas 38, Prof drg Muhammad Ruslin MKes PhD SpBM(K), mengatakan ajang ini merupakan puncak seleksi panjang dari sekitar 30.000 tim mahasiswa di seluruh Indonesia. Dari jumlah itu, hanya 1.590 tim yang lolos pendanaan, dan 420 tim terbaik akhirnya berhak tampil di Makassar.
Ratusan tim akan mempresentasikan karya, riset, dan inovasi unggulan mereka. Selain kompetisi utama, panitia juga menyiapkan lomba serta pameran poster yang terpusat di Student Center Fakultas Kedokteran Unhas. Selama Pimnas berlangsung, kegiatan Side Fest turut digelar dengan berbagai pertunjukan dan pameran di area pelataran MKU dan depan Gedung Perpustakaan Pusat Unhas.
“Total peserta Pimnas 38 tercatat 2.687 orang, terdiri dari 1.847 mahasiswa, 401 dosen, dan 439 official,” ujar Ruslin.
Rektor Unhas, Prof Dr Jamaluddin Jompa, menegaskan bahwa Pimnas adalah bagian dari ekosistem riset nasional yang harus dibangun sejak mahasiswa. Menurutnya, masa depan bangsa sangat ditentukan oleh kemampuan mahasiswa membaca persoalan publik dan melahirkan inovasi yang bisa menjadi solusi.
Terkait target Unhas sebagai tuan rumah, Prof Jamaluddin menegaskan tidak ada tekanan khusus untuk mempertahankan gelar juara umum. Fokus utama adalah menjadikan ajang ini sebagai ruang pembentukan daya juang, kreativitas, kemampuan komunikasi, dan kepemimpinan mahasiswa.
Unhas sendiri menjadi kampus dengan jumlah tim terbanyak di Pimnas 2025, yakni 20 tim — lebih banyak dari kampus pesaing yang mengirimkan 16 dan 13 tim.
“Target tentu ingin yang terbaik, tetapi itu bukan hal mudah. Banyak universitas besar juga sangat kuat. Yang kami tekankan adalah tampil maksimal. Berapa pun medali yang didapatkan, itulah yang terbaik,” ucapnya. (ant/KS)




