MAKASSAR – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meninjau Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang Tamangapa untuk melihat langsung sistem pengelolaan sampah yang menjadi salah satu fokus utama program kerjanya.
“Hari ini kami meninjau TPA Antang, melihat langsung dua jalur, baik jalur utama maupun jalur dalam yang biasa digunakan kendaraan pengangkut sampah,” ujarnya di Makassar, Kamis.
Appi—sapaan akrab Munafri—menyampaikan bahwa penataan TPA Antang membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Salah satu prioritas ialah pembenahan akses jalan menuju TPA yang direncanakan masuk dalam anggaran pokok tahun 2026.
“Perlahan kita benahi jalan utama menuju TPA agar tidak menimbulkan kemacetan. Selain mengurai macet, langkah ini juga bagian dari penataan sistem logistik pengangkutan sampah yang lebih efisien,” jelasnya.
Munafri juga menaruh perhatian pada kondisi lingkungan sekitar TPA, termasuk keberadaan hewan ternak, khususnya sapi, yang kerap berkeliaran di area tersebut. Menurutnya, hal ini harus ditangani agar tidak menimbulkan gangguan lingkungan maupun keselamatan.
“Kita akan cari solusi terbaik untuk menata dan mengatasi persoalan hewan ternak ini,” tegasnya.
Saat ini, TPA Antang memiliki luas lahan 19,1 hektare, dengan sekitar 16,8 hektare di antaranya sudah tertimbun sampah setinggi 40–50 meter. Volume sampah yang masuk setiap hari mencapai 1.000–1.300 ton.
Selain meninjau TPA, Wali Kota juga mengunjungi Jembatan Kajenjeng dan SD Inpres Kajenjeng yang berada tidak jauh dari lokasi. Ia melihat langsung kondisi infrastruktur yang mulai terdampak musim hujan.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi terhadap potensi bencana dan dampak cuaca ekstrem yang dapat memengaruhi aktivitas warga di wilayah tersebut. (ant/KS).




