Pemkot Makassar Tuntaskan Krisis Air Bersih Setelah 27 Tahun

MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar berhasil menuntaskan persoalan air bersih yang selama 27 tahun menjadi keluhan utama masyarakat di kawasan timur kota, khususnya di Perumahan Nusa Tamalanrea Indah (NTI), Kecamatan Tamalanrea.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama jajaran Direksi PDAM dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) turun langsung meninjau rumah warga di kawasan NTI, Selasa.

“Langkah ini menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah yang tak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pemenuhan kebutuhan dasar yang menyentuh langsung kehidupan warga,” ujar Munafri.

Kunjungan tersebut menjadi momen bersejarah bagi warga NTI. Setelah hampir tiga dekade sejak perumahan itu dibangun pada 1997, mereka akhirnya dapat menikmati aliran air bersih dari PDAM secara lancar dan berkelanjutan.

Selama ini, warga harus berjuang memenuhi kebutuhan air terutama saat musim kemarau. Kini, di masa kepemimpinan Munafri-Aliyah, masalah tersebut mulai terselesaikan.

Munafri menjelaskan, penyebab utama tersendatnya aliran air bersih adalah perbedaan ukuran pipa instalasi di kawasan tersebut.

“Setelah penyambungan pipa dari Tallo menuju wilayah timur kota, kami lakukan penelusuran di titik ujung. Ternyata ditemukan perbedaan ukuran pipa yang menyebabkan tekanan air tidak stabil. Sekarang sudah kami temukan solusinya,” jelasnya.

Ia menyebut tekanan air sudah mulai membaik, terutama pada malam hari, meski distribusi belum sepenuhnya maksimal.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa pipa yang digunakan sejak awal pembangunan memiliki ukuran berbeda-beda, bahkan sebagian terlalu kecil sehingga aliran air tersumbat di beberapa titik.

Direktur Utama PDAM Makassar Hamzah Ahmad mengakui pihaknya telah lama menerima keluhan warga Nusa Tamalanrea Indah terkait kelangkaan air bersih.

“Keluhan ini sudah ada sejak 1997. Kami bersama Pemkot terus mencari akar masalahnya dan ternyata bukan hanya pada distribusi, tapi juga di kapasitas air baku dan jaringan utama,” katanya.

READ  Polisi Bekuk Dua Polisi Gadungan di Makassar

Hamzah menambahkan, penanganan dilakukan dari hulu hingga hilir. Setelah izin pengolahan air dari kementerian diperoleh, kapasitas debit air baku pun dapat ditingkatkan. Selanjutnya, jaringan distribusi utama dibangun termasuk koneksi pipa dari Tallo menuju kawasan timur Makassar.

Langkah tersebut kini mulai menunjukkan hasil. Beberapa wilayah timur kota, termasuk NTI, telah terlayani secara lebih baik.

Upaya ini, menurut Hamzah, menjadi bukti bahwa Pemerintah Kota Makassar menempatkan pemenuhan kebutuhan dasar warga sebagai prioritas utama pembangunan daerah. (ant/KS)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img

BERITA POPULER