MAKASSAR – Universitas Hasanuddin (Unhas) bersama Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) berkolaborasi memperkuat kapasitas pelaku usaha masyarakat pesisir melalui pelatihan strategi pemasaran daring di Desa Maccini Sombala, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.
Ketua tim pelaksana pengabdian, Kasmiati, PhD, mengatakan perubahan perilaku konsumen yang kini lebih banyak berbelanja secara digital menjadi peluang besar bagi masyarakat pesisir untuk memperluas pasar. “Sudah saatnya produk rumput laut kita tidak hanya dijual di pasar tradisional, tetapi juga hadir di marketplace dan media sosial,” ujarnya di Makassar, Senin.
Pelatihan yang digelar di Balai Desa Maccini Sombala itu bertujuan meningkatkan kemampuan pelaku usaha lokal agar mampu bersaing di pasar nasional maupun global melalui pemanfaatan teknologi digital. Desa Maccini Sombala sendiri dikenal sebagai salah satu sentra rumput laut di Takalar, namun sebagian besar produk yang dijual masih berupa bahan mentah dengan nilai ekonomi rendah.
Pemateri utama, Dr Rahmi, menekankan pentingnya membangun citra dan cerita di balik produk lokal untuk memperkuat daya tarik pasar. “Produk rumput laut harus punya identitas yang kuat. Misalnya, mengangkat kisah dari pesisir Makassar dengan slogan seperti ‘Sehat dan Alami dari Laut Kita’ agar konsumen merasa terhubung secara emosional,” jelasnya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta diajarkan berbagai keterampilan praktis mulai dari membangun merek, membuat konten kreatif, memanfaatkan media sosial, membuka toko daring di marketplace, hingga menggunakan sistem pembayaran digital. Mereka juga mempraktikkan langsung pembuatan akun bisnis dan penulisan deskripsi produk yang menarik.
Kegiatan ini turut menampilkan aneka produk olahan masyarakat Maccini Sombala seperti dodol rumput laut, camilan lokal kaya serat, jelly, permen sehat dengan rasa alami, sabun dan kosmetik berbahan ekstrak rumput laut, hingga pupuk organik cair hasil inovasi limbah rumput laut.
Melalui pelatihan ini, Unhas dan Unismuh berharap masyarakat pesisir Takalar tidak hanya menjadi penghasil bahan mentah, tetapi juga mampu mengembangkan produk bernilai tambah tinggi dengan strategi pemasaran digital yang kreatif dan berkelanjutan. (ant/KS)




