Sulsel Terangi 80 Desa dengan Listrik Bersih SuperSUN

MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman meresmikan pengoperasian listrik bersih PLN melalui inovasi SuperSUN yang kini menerangi 80 desa dengan 1.486 titik di 11 kabupaten se-Sulsel. Peresmian dilakukan di Pulau Samalona, Kota Makassar, Jumat (24/10/2025).

Andi Sudirman mengatakan, program ini menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan akses energi bagi wilayah terpencil dan kepulauan melalui pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT).
“Langkah ini menjadi bagian dari upaya besar kita untuk memerdekakan wilayah-wilayah terpencil, seperti di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sinjai, dan wilayah Luwu Raya,” ujarnya.

Program listrik desa berbasis energi bersih ini menjangkau 11 kabupaten/kota, yaitu Makassar, Barru, Sinjai, Bulukumba, Jeneponto, Luwu, Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Pinrang, Luwu Utara, Takalar, dan Selayar. Dari jumlah tersebut, Kabupaten Pangkep menjadi daerah dengan penerima manfaat terbesar, yakni 31 desa.

Menurut Gubernur, kehadiran listrik ramah lingkungan ini menjadi “kado istimewa” bagi masyarakat Sulsel di momentum Hari Ulang Tahun ke-365 provinsi tersebut.
“Ini bukan sekadar soal listrik, tapi soal keadilan energi. Kami bersyukur dan bangga bisa menghadirkan terang bagi saudara-saudara kita di pelosok Sulawesi Selatan. Terima kasih kepada PLN atas komitmen dan inovasinya untuk menerangi negeri,” kata Andi Sudirman.

SuperSUN merupakan inovasi energi bersih karya anak bangsa yang mengintegrasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) mikro dengan Battery Energy Storage System (BESS). Teknologi ini memungkinkan listrik tersedia 24 jam di daerah yang sebelumnya tidak terjangkau jaringan konvensional.

Dengan sistem penyimpanan berbasis baterai, Pulau Samalona kini tidak lagi bergantung pada genset berbahan bakar minyak. Warga pun menikmati listrik sepanjang hari dengan biaya jauh lebih murah.

Warga Pulau Samalona, Kamaruddin, yang mengelola homestay wisata, mengaku kini bisa menghemat biaya hingga 88 persen.
“Sebelum ada listrik PLN, kami menghabiskan sekitar 180 liter BBM per bulan dengan biaya sekitar Rp2,7 juta. Sekarang cukup sekitar Rp300 ribu per bulan, dan listrik menyala 24 jam,” ujarnya.

READ  Kejati Sulsel Kembali Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi PT SI

Selain menekan biaya operasional, kehadiran listrik bersih juga meningkatkan kenyamanan wisatawan karena lingkungan lebih tenang dan bebas polusi. Dampaknya, jumlah pengunjung ke Pulau Samalona meningkat dari rata-rata 800 menjadi 1.000 wisatawan per bulan sejak listrik PLN beroperasi penuh pada Agustus 2025.

Program SuperSUN PLN ini menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam mendorong transisi energi hijau serta pemerataan akses listrik di seluruh pelosok Sulawesi Selatan. (ant/KS)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img

BERITA POPULER