MAKASSAR – Sebanyak 118 seniman, mahasiswa, dan akademisi turut memeriahkan Konferensi Nasional Pendidik Seni Indonesia (Konapsi) yang digelar oleh Fakultas Seni dan Desain (FSD) Universitas Negeri Makassar (UNM), Jumat (24/10/2025).
Dekan FSD UNM, Dr. Andi Ihsan, S.Sn., M.Pd., mengatakan kegiatan bertajuk “Ruang Imaji: Narasi Visual, Pendidikan, dan Kreativitas” ini menjadi wadah kolaborasi bagi para pelaku seni dan pendidik untuk menafsirkan realitas serta menyalurkan gagasan pendidikan melalui karya visual.
“Pendidikan seni hidup karena manusia terus berimajinasi. Melalui ruang ini, kita berharap seniman dan pendidik dapat terus mengolah nilai dan makna,” ujarnya.
Konapsi tahun ini juga dirangkaikan dengan Pameran Seni dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pendidik Seni Indonesia (APSI) yang diselenggarakan secara luring. Sebanyak 40 karya seni ditampilkan, mencakup lukisan, instalasi, desain grafis, dan media campuran, yang menggambarkan refleksi personal hingga kritik sosial.
Salah satu peserta pameran, Yudi — seniman sekaligus dosen UNM — menyebut proses berkarya adalah bentuk komunikasi nurani.
“Pameran ini adalah ruang untuk merayakan kehidupan. Pesannya berpijak pada budaya bangsa, kebaikan, dan kebajikan untuk kemaslahatan sosial. Karya seni adalah cermin nurani, dan pameran ini adalah cara kita menyalakan cahaya itu,” tuturnya.
Dalam tiga karyanya, Yudi menampilkan simbol “jendela dan rumah” sebagai representasi dunia luar dan ruang refleksi diri. Salah satunya bertajuk “Choice”, terinspirasi dari album Merayakan Kehidupan, yang menggambarkan perjalanan manusia dalam memilih dan merayakan hidupnya.
Seniman lainnya, Fauzan, menilai kegiatan ini menjadi ajang penting bagi seniman lokal untuk menunjukkan jati diri.
“Jangan sampai kalah bersaing, walau dari hal kecil atau bahan sederhana. Dari hal kecil pun bisa lahir nilai besar jika terus diasah dan diberi ruang,” ucapnya.
Sementara itu, Asyiah, pengunjung dari UIN Alauddin Makassar, menilai pameran ini membuka cara pandang baru terhadap pendidikan.
“Lewat visual, kita bisa memahami sisi lain dari pendidikan yang tak selalu disampaikan lewat kata,” ujarnya.
Konapsi 2025 di UNM menjadi ruang imajinasi yang menyatukan kreativitas, pendidikan, dan kebudayaan — menghidupkan semangat seni sebagai refleksi sosial dan sarana pembelajaran lintas generasi. (ant/KS)




