Gowa – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan agar seluruh lurah menjadi garda terdepan dalam menjaga kebersihan lingkungan dan memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Instruksi ini disampaikan saat penutupan kegiatan retret lurah se-Kota Makassar di Kawasan Puncak Malino, Kabupaten Gowa, Minggu (12/10/2025).
“Lurah adalah garda terdepan. Merekalah yang langsung bersentuhan dengan masyarakat dan menjadi wajah pemerintah di lapangan,” ujar Munafri.
Ia menekankan bahwa lurah memiliki peran strategis dalam mewujudkan visi dan misi Pemkot Makassar, terutama dalam menjalankan tujuh program unggulan pemerintah kota. Munafri meminta 153 lurah yang hadir memahami secara utuh setiap program tersebut dan memperkuat sektor-sektor yang menyentuh kebutuhan dasar warga, seperti pengelolaan sampah, kebersihan lingkungan, dan pertanian lahan sempit.
“Semua bermuara di kelurahan. Jadi tolong dijaga dan dikawal betul,” tegasnya.
Dalam arahannya, Munafri memberikan penekanan khusus pada kebersihan kota. Ia menegaskan lurah harus menjadi motor penggerak dalam menjaga lingkungan, terutama saat musim hujan ketika genangan sering terjadi akibat saluran tersumbat.
Ia juga meminta setiap lurah memastikan warganya menerapkan pemisahan sampah organik dan non-organik, serta aktif mengedukasi pelaku UMKM agar menjaga kebersihan area usahanya.
“Modalnya cuma dua ember. Kalau bisa dikelola dengan benar, maka tidak ada lagi tumpukan sampah,” kata Munafri.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, yang tidak hanya berorientasi pada kebersihan, tetapi juga menciptakan peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Saya mau di RT dan RW itu sistem pengelolaan sampahnya terintegrasi. Harus ada teba, biopori, maggot, dan eco-enzyme,” ujarnya.
Langkah ini, kata Munafri, menjadi bagian dari upaya Pemkot Makassar dalam membangun kota yang bersih, tangguh, dan berdaya saing melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat di tingkat kelurahan. (ant/KS)




