MAKASSAR – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan komitmennya untuk mengalokasikan hingga 50 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) bagi produk lokal, terutama yang dihasilkan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ia menjelaskan, langkah ini merupakan strategi Pemerintah Kota Makassar untuk memastikan perputaran ekonomi daerah tetap berpihak pada masyarakat. Dari total belanja daerah, setengahnya akan diarahkan untuk produk lokal, dan separuh dari porsi itu dikhususkan bagi pelaku UMKM.
“Kita ingin putaran anggaran daerah kembali ke masyarakat. Dengan begitu, pelaku usaha lokal yang berjuang bisa naik kelas dan semakin mandiri,” ujar Munafri di Makassar, Minggu (12/10/2025).
Sebelumnya, dalam ajang Localistic Trade Fest 2025, Munafri juga menegaskan tekad Pemkot Makassar untuk mendorong produk lokal agar mampu menembus pasar internasional.
“Pemerintah kota hadir memberikan dukungan penuh, bahwa produk lokal UMKM Makassar layak bersaing di panggung dunia,” katanya.
Menurut Munafri, pengembangan produk lokal tidak hanya difokuskan pada sektor fesyen, tetapi juga mencakup kuliner, kerajinan, dan produk kreatif lainnya. Ia menilai pelaku UMKM perlu diberi ruang lebih besar untuk tampil sejajar dengan merek-merek besar agar produk Makassar semakin dikenal dan bernilai tinggi.
“Kalau kita ingin memajukan produk lokal, maka kita harus memberi mereka panggung di depan, bukan hanya pelengkap. Ini harus jadi tradisi baru yang menumbuhkan kebanggaan terhadap produk sendiri,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Industri (Disdagin) Kota Makassar, Evi Aprialti, menambahkan bahwa pemerintah juga memberikan perhatian besar terhadap keterlibatan generasi muda dalam pengembangan produk lokal.
Ia menilai, anak muda memiliki potensi besar dalam menghadirkan inovasi dan memperkuat jenama (brand) produk asal Makassar.
“Kita harus membudayakan kepada generasi muda agar mereka tahu dan bangga bahwa produk lokal Makassar sebenarnya lebih bagus dari produk luar,” ujar Evi.
Langkah strategis ini diharapkan menjadi motor penggerak bagi kebangkitan ekonomi lokal Makassar, sekaligus meneguhkan posisi kota ini sebagai pusat kreativitas dan inovasi UMKM di kawasan timur Indonesia. (ant/KS)




