MAKASSAR, KORANSULSEL – PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat (UID Sulselrabar) resmi menghadirkan bengkel konversi motor listrik pertama di kawasan Indonesia Timur. Bengkel tersebut berlokasi di Kampus 2 Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP), Makassar.
Bengkel ini menjadi fasilitas resmi yang telah tersertifikasi secara legal untuk mengubah motor berbahan bakar minyak (BBM) menjadi motor listrik. Selain melayani konversi, bengkel ini juga menjadi pusat pembelajaran dan pelatihan bagi siswa SMK dan mahasiswa bidang otomotif dan kelistrikan.
“Ini sudah menjadi bengkel resmi yang tersertifikasi, jadi bisa melayani masyarakat yang ingin melakukan konversi secara legal,” kata Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UID Sulselrabar, Ambo Tuwo, saat peresmian bengkel, Kamis (31/7/2025).
Bengkel tersebut dibangun melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN. Sejumlah peralatan pendukung telah disediakan untuk operasional bengkel, dan sejauh ini, sudah sekitar 10 unit motor berhasil dikonversi, dengan tujuh di antaranya telah diuji coba di lintasan uji berkendara (test drive).
PLN juga memberikan pelatihan konversi motor listrik kepada lebih dari 100 siswa SMK dan mahasiswa PNUP, guna menciptakan tenaga kerja terampil yang siap menghadapi era transisi energi.
Ambo menambahkan, keberadaan bengkel ini diharapkan menjadi pemicu berdirinya bengkel-bengkel serupa di wilayah Sulawesi Selatan. “Kami harap bengkel pertama ini bisa menyebar ke daerah lain, agar ekosistem kendaraan listrik semakin berkembang di Sulsel,” ucapnya.
Wakil Direktur III PNUP Makassar, Adam Rasid, menjelaskan bahwa bengkel ini telah berbadan hukum Badan Layanan Umum (BLU), sehingga dapat melayani masyarakat secara komersial dan mandiri.
“Jika penganggaran memungkinkan, kami siap fasilitasi konversi karena tentu kami tidak bisa bergantung selamanya pada bantuan PLN,” ujarnya. Ia juga menegaskan kesiapan tenaga pengajar dan mahasiswa PNUP yang telah mendapat pelatihan teknis di bidang konversi motor listrik.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Sulsel, Mustakim, memberikan apresiasi atas dukungan PLN terhadap pengembangan keterampilan energi terbarukan di kalangan pelajar.
“Kami berharap lebih banyak SMK datang belajar langsung ke bengkel ini. Ini langkah konkret untuk memperkuat program keahlian di bidang energi baru terbarukan,” katanya.
Langkah kolaboratif antara PLN, institusi pendidikan vokasi, dan pemerintah daerah ini menjadi bagian dari upaya mempercepat adopsi kendaraan listrik serta mencetak SDM unggul dalam ekosistem energi hijau di Indonesia timur. (ant/KS)




